Penelusuran Ungkap Sederet Kongkalikong dan Kejanggalan di BRI Parungpanjang

Kantor Bank BRI Kecamatan Parungpanjang, Senin 9/8/2021 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Kantor Bank BRI Kecamatan Parungpanjang, Senin 9/8/2021 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) –  Bantuan UMKM atau program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) merupakan bantuan yang diberikan kepada pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Bantuan ini menjadi salah satu cara untuk memperpanjang nafas usaha mikro kecil menengah atau UMKM dan sektor ini memang menjadi salah satu usaha milik masyarakat yang banyak mengalami goncangan di tengah pandemi virus covid-19.

Namun, masih ada saja yang mencari kesempatan di masa-masa serba sulit.  Kasus ini berawal adanya laporan dari relawan Kecamatan Parungpanjang yang bernama Edwin Kahfi kepada wartawan kupasmerdeka.com pada Rabu 4/8.

Edwin mengaku telah membantu kurang lebih 85 orang se-Kecamatan Parungpanjang, dan dirinya sangat menyayangkan kenapa pencairan bantuan uang BPUM yang seharusnya cair tanggal 3 Agustus 2021 ini diundur menjadi tanggal 25 Agustus 2021.

“Saya memegang bantuan BPUM tahap kedua di Kecamatan Parungpanjang, 11 desa kurang lebih ada 85 orang, bantuannya ini berjumlah Rp1.200.000/orang, namun saya menyayangkan kenapa pada tanggal 3 Agustus 2021 bantuannya tidak cair dan diundur ke tanggal 25 Agustus 2021,” keluhnya.

Ia pun menambahkan bahwa pengunduran ini tidak ada keterangan resmi di website eformbri.co.id.

“Kalau diundur kan di webnya pasti ada keterangan bahwa diundur ke tanggal 25 Agustus 2021, ini tidak ada, saya sudah hubungi security nya, kata dia kita ikutin perintah dari pimpinan pak,” tambahnya.

“Saya mendesak kepada pemerintah setempat, kepolisian, untuk menindak tegas oknum-oknum ini, karena bantuan ini adalah hak masyarakat, dugaan semua ini ada apa sebenarnya? Kalau ada permainan saya mohon diusut tuntas,” desak Edwin.

Wartawan kupasmerdeka.com pun mencoba mengkonfirmasi kepada pimpinan BRI Parungpanjang di hari Kamis, 5 Agustus 2021 namun ketika hendak bertemu dengan Kepala BRI Parungpanjang Muhammad Raymond Akbar, hanya bisa menemui security Supardi.

“Kepala BRI Parungpanjang bapak Raymond sedang keluar pak, jikalau mau ketemu nanti hari Senin 9 agustus 2021, besok juga hari Jumat bapak gak ada di kantor,” ucap Supardi.

Advertisement

Supardi menjelaskan, untuk saat ini bantuan BPUM yang daftar online tidak bisa dan dialihkan ke manual.

“Kita hanya bisa mereferensikan bahwa bantuan uang BPUM bisa dicairkan di Parungpanjang dan kita alihkan pencairannya ke manual pak tidak melalui online, itu bisa terjadi karena kan via online jadi kita harus pindahkan data ke manual aja gitu, karena kan banyak yang sudah daftar dari bulan Juni 2021, PPKM juga, kalau untuk pencairannya kita yang kelola,” jelas Supardi.

Supardi membantah adanya permainan dalam tata cara pencairan bantuan uang BPUM tersebut, dan dirinya hanya mengikuti perintah pimpinan untuk menyampaikan pencairan diundur ke tanggal 25 Agustus 2021.

“Bantuan ini pasti cair tapi diundur ke tanggal 25, ini gak ada permainan apa-apa pak kita sesuai perintah pimpinan, diundur karena daftar online dan yang online saat ini gak berlaku, kita alihkan ke manual,” bantahnya.

Pada hari Senin 9/8, kupasmerdeka.com kembali mendatangi kantor BRI Parungpanjang, namun belum bisa bertemu kepala BRI Parungpanjang dan hanya menemui security lain yang bernama Muh. Khairulla.

Menurutnya, untuk saat ini Kepala BRI Parungpanjang Muhammad Raymond Akbar menolak untuk bertemu wartawan.

“Kata Kepala BRI Parungpanjang Bapak Mujammad Raymond Akbar menolak bertemu dengan wartawan pak, sudah saya sampaikan pak barusan,” tuturnya.

Selain kasus ini, ada juga kasus yang beredar di masyarakat yakni memperjualbelikan antrean, lantaran dibatasi hanya sampai 15 orang sehari untuk bertemu CS/teller. Dikabarkan bahwa uang pungli tersebut seharga Rp100.000/ tiket.

Dalam penelusuran wartawan kupasmerdeka.com, pungli ini bermain dengan salah satu oknum parkir dan oknum karyawan BRI Parungpanjang. Saat dikonfirmasi kembali kepada satpam Muh. Khairulla ia membantah adanya pungli.

“Wah gak ada pak permainan sama sekali masalah penjualan tiket ini tidak ada bermain bersama oknum parkir dan oknum karyawan CS/teller,” bantah Khairulla.

Reporter: HSMY

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: