Utang Tetap Ditagih Tanpa Toleransi di Masa Pandemi, Debitur Pinjaman di Bank Mekar Menjerit

Penagih Bank Mekar menunggu nasabah membayar angsuran di rumahnya

SERANG (KM) – Jeritan warga yang terjerat utang simpan pinjam di Bank Mekar meresahkan Kp Pangenetan, Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Banten, Rabu 14/7.

Pantauan dari awak media KM, dikabarkan bahwa Bank Mekar simpan pinjam selalu memaksa kepada nasabahnya agar tiap angsuran satu minggunya harus dibayar, tidak ada toleransi.

Salah satu warga bernama Emah mengatakan, pihaknya meminta permohonan tidak bayar untuk satu bulan ini kepada pihak Bank Mekar tapi tidak digubris. “Bukan niat tidak mau bayar tapi untuk saat ini untuk mencari uang pun susah karena situasi PPKM dan covid-19,” ujarnya.

“Banyak yang sakit grup nasabah rombongan kami, merasa kasihan meminta permohonan untuk satu bulan ini jangan ada penagihan, kalau situasi sudah normal kamipun siap bayar utang,” kata Emah.

Pedagang warung kecil bernama Yani dan Sani membenarkan bahwa saat ini yang belanjapun sepi. “Buat putaran belanja juga susah,” ujarnya.

Advertisement

“Per minggunya tidak boleh kosong harus bayar. Padahal saya lagi sakit buat bayar berobatpun susah, tapi penagih tetap ke rumah, tidak boleh kosong pembayaran tiap minggunya,” keluhnya.

Penagih Bank Mekar, Dini dan Novi mengatakan tidak ada program kebijakan dari pemerintah untuk diliburkan penagihan pembayarannya.  “Kalau hari ini tidak ada, besok kami ke sini lagi,” ucapnya.

Kepala Cabang Bank Mekar Kecamatan Pamarayan Rara, menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa menerima permohonan dihentikan penagihan selama 1 bulan.  “Cuma kami kasih kebijakan kepada peminjam dikasih perpanjangan waktu pembayaran/ dicicil, tidak ada hari Selasa bisa Rabu atau Kamis, yang penting permingguannya cukup satu kali angsuran,” ucapnya.

Reporter: Ade Irawan

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: