PJT Lambat Tangani Sipon yang Jebol, Petani di Pusakanagara Terancam Gagal Panen

Sipon jebol, petani di Pusakanagara Subang terancam gagal panen

SUBANG (KM) –  Jebolnya sipon Tarum Timur yang berlokasi di Desa Kosambi, Kecamatan Cipunagara, membuat para petani menjerit. Pasokan air ke wilayah Kecamatan Pusakanagara, khususnya di wilayah pertanian Desa Rancadaka terganggu.

Kepala Desa Rancadaka Kecamatan Pusakanagara, HM Sueb, bersama perangkat desa terus mengupayakan agar  air dari saluran Perum Jasa Tirta III Patrol cepat mengalir ke wilayah pertanian Rancadaka, dengan langsung mendatangi Kantor Pengamat Perum Jasa Tirta Patrol yang berada di Bugis Indramayu pada Sabtu 17/7.

Kepala Desa Rancadaka HM Sueb ketika berada di Kantor Perum Jasa Tirta  III Patrol mengatakan bahwa kedatangan pihaknya ke kantor Perum Jasa Tirta III Patrol ini untuk menyelusuri dan memastikan kapan air dari saluran Tarum Timur ini bisa kembali normal setelah pasca jebolnya sipon. “Karena selama ini pesawahan yang ada di Rancadaka, pasokan airnya mengandalkan dari saluran Tarum Timur,” jelas HM Sueb.

Advertisement

“Sekarang ini kan sudah masuk musim tanam gadu, apabila tidak ada pasokan air mungkin wilayah kami terancam gagal panen, dan ini akan berpengaruh sekali terhadap perekonomian desa kami,” lanjutnya.

Sementara Pengamat Perum Jasa Tirta III Patrol, Ade mengatakan untuk sementara penyaluran air pembagi pintu Bugis baru bisa menyalurkan air dua kubik.  “Karena pasca jebol sipon yang berlokasi di Desa Kosambi baru beres dan sekarang sedang dalam uji coba, jadi pasokan air dari curug belum maksimal,” ujar Ade.

“Namun untuk lebih maksimal silahkan pihak Muspika Kecamatan Pusakanagara, dalam hal ini Camat Kecamatan Pusakanagara untuk memberikan surat ke pihak Perum Jasa Tirta.  Agar bisa mendorong  percepatan penyaluran air ke wilayah kecamatan Pusakanagara,” pungkas Ade.

Reporter: Udin

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: