Dugaan Kuota Kursi SMA Negeri Dikosongkan, DPRD Jawa Barat Buka Suara

Reses 1 Sidang 2020- 2021, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya di Gedung Yayasan Riyadul Bayan Cilangkap Desa Lumpang, Sabtu siang 7/11 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Reses 1 Sidang 2020- 2021, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya di Gedung Yayasan Riyadul Bayan Cilangkap Desa Lumpang, Sabtu siang 7/11 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Mencuatnya kuota yang diduga dikosongkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bogor menuai tanda tanya.

Menanggapi hal tersebut Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Asep Wahyu Wijaya bertanya apakah kuota tersisa tersebut disengaja atau ada problem sistem.

“Ya disisakan dengan sengaja, atau karena problem di sistemnya, semuanya kan by sistem,” ungkap Kang AW, sapaan akrabnya, kepada kupasmerdeka.com, Jumat 16/7.

Politisi Partai Demokrat tersebut juga mengatakan, pihaknya di DPRD Jawa Barat “tidak mengerti secara teknis apa yang sesungguhnya terjadi pada PPDB tersebut.”

“Jangankan saya, temen-teman di DPRD Jabar pun pasti tidak mengerti apa yang sesungguhnya terjadi, dan bagaimana cara menyelesaikannya. Karena kami tidak turut memantau sampai pada level itu,” katanya.

“Setahu kami, tahun ini PPDB jauh lebih baik ketimbang tahun lalu, yang banyak macetnya karena problem di server,” tambahnya.

“Ya karena kami (DPRD Jabar) evaluasi juga masalahnya,” jelas AW.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari penelusuran kupasmerdeka.com

Advertisement
dugaan kejanggalan dalam PPDB SMA Negeri di Kota Bogor bermunculan dengan banyaknya sisa kuota atau kursi untuk siswa/siswi dari berbagai jalur di SMA Negeri yang tidak terpenuhi, sementara banyak peserta didik yang sudah tidak diterima.

Dari data dan informasi aduan masyarakat yang diterima kupasmerdeka.com, di SMA Negeri 1 Kota Bogor, dari kuota keseluruhan jalur PPDB berjumlah 323, jumlah keseluruhan siswa terdaftar yang diterima sebanyak 302 siswa, dan masih tersisa 21 kursi untuk peserta didik yang kosong. Serupa di SMAN 3 Kota Bogor, di mana ada kuota keseluruhan 312 siswa, sementara siswa yang diterima terdaftar 307 siswa, dan ada 5 kursi yang tersisa. Serupa dengan SMA Negeri lainnya di Kota Bogor masih menyisakan kuota kursi kosong rata-rata 8 sampai 10 kursi.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi hingga berita ini ditayangkan enggan merespon awak media.

Reporter: ddy

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: