Pembangunan Rutilahu Terhenti, Keluarga Cikeusal ini Terpaksa Tidur di Luar Rumah Tetangga

Pembangunan Rutilahu terhenti, penghuni tidur di luar rumah tetangga, serang (6/6/2021)

SERANG (KM) – Santani begitu girang mendapat program bantuan perbaikan Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni) dari pemerintah setempat karena ia bersama sang istri akan segera menempati rumah baru.

Namun sejak mulai pembangunan tanggal 25 April 2021, warga  Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang ini harus tidur di luar, selama pembangunan rumah ini belum selesai hingga kini.

Dari pengamatan, diduga antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan struktur gambar tidak sesuai sehingga mengakibatkan kekurangan material  bangunan.

Pendamping program rutilahu Serang, Nila, saat dikonfirmasi mengaku akan membicarakan langsung.

“Ntar kita ketemu aja di darat.  Jangan berargumen sendiri yah kalo tidak tahu aturanya. Jadilah media  yang bonafit [sic] sesuai data yang akurat,” terang Nila.

Advertisement

Tani dengan muka yang lusuh hanya bisa pasrah dengan keadaannya, sejak tukang sudah tidak lagi bekerja.

“Ya saya bekerja sendiri karena tukangnya ga kerja lagi. Padahal saya sudah menjual motor butut saya satu- satunya buat belanja tambahan material agar tukang bisa menyambung pekerjaan,” kata Tani (6/6).

“Disuruh Ibu Nila yang ngontrol ini, saya harus mengerjakan sampai selesai, pekerjaan dasar lantai sama pasang WC, kalo tidak selesai, ntar apa yang mau difoto. Terus laporannya gimana,” terang Tani. 

“Saya berharap dari sisa uang pembayaran petukang sebesar Rp1.250.000 bisa diberikan kepada saya, buat belanja kekurangan bahan material yang lainya,” harap Tani.

Reporter: Acun s

Editor :HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: