LAPBAS Minta Pemkab Serang Tindak Tegas Aktivitas Galian Tanah Merah Tak Berizin

Jawaban DPMPTSP Serang terkait galian tanah merah

SERANG (KM) – Aktivitas galian tanah merah oleh CV. Dona Doni di Desa Sukasari, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten diduga tidak memiliki kelengkapan perizinan, seperti pantauan media ini, Jumat 25/06.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) Litbang Ubay mengatakan, CV. Dona Doni tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) sehingga pihaknya mengirimkan surat laporan pengaduan, tanggal 21 Mei 2021 ke dinas terkait di Kabupaten Serang.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Syamsudin menjawab laporan pengaduan ormas LAPBAS tanggal 3/6/2021 lalu.

“Berdasarkan hasil peninjauan lapangan tim pengawas pada tanggal 27 Mei 2021 bahwa kegiatan galian tanah merah yang berlokasi di Desa Sukasari tidak memiliki izin lengkap.”

Advertisement

“Perusahaan tidak memiliki kelengkapan perizinan dan surat sudah ditembuskan ke Bupati Serang dan Dinas Satpol PP,” katanya.

Galian tanah harus memiliki izin usaha sesuai dengan UU nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba, serta mematuhi PP nomor 23 tahun 2010 tentang pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan Minerba dan UU nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi.

UU nomor 4 Tahun 2009 dalam Pasal 161 juga mengatur bahwa yang dipidana dalam kasus pertambangan ilegal adalah setiap orang yang menampung/pembeli, pengangkutan, pengolahan, dan lain-lain. Bagi yang melanggar, maka pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Saya berharap dinas terkait menindaklanjuti galian tanah merah yang tidak memiliki kelengkapan perizinan di Kabupaten Serang sehingga harus ditindak tegas,” pungkasnya.

Reporter: Ade Irawan

Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: