Ditreskrimsus Polda Kepri Ringkus Oknum ASN dalam OTT Kasus Korupsi Ekspor Hasil Udang

Ditreskrimsus Polda Kepri Berhasil amankan Oknum ASN SKIPM, Jumat (4/6/2021)

BATAM (KM) – Oknum ASN berinisial WD yang bekerja di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM) diamankan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi pada ekspor hasil udang yang akan dikirim ke Singapura. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Apri Fajar Hermanto didampingi Paur Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar pada Jumat 4/6.

″Tindak pidana ini terjadi pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2021 jam 13.50 WIB bertempat di Morning Bakery KBC Batam, Kota Kota Batam. Berdasarkan Laporan Polisi nomor LP-A/43/V/2021/SPKT-Kepri, tanggal 21 Mei 2021 dengan tersangka inisial WD yang merupakan ASN di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Batam (SKIPM),″ kata Husnul Afkar.

Sementara Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Apri Fajar Hermanto mengatakan, penyelidikan berdasarkan laporan masyarakat.

″Berawal pada Rabu tanggal 19 Mei 2021, Subdit III Tipidkor Dit Reskrimsus Polda Kepri berdasarkan penyelidikan kami dari laporan masyarakat. Kami melakukan OTT terhadap inisial WD selaku pegawai di Stasiun Karantina Ikan Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan wilayah kerja Pelabuhan Sagulung,” kata Kompol Apri Fajar Hermanto.

WD diduga telah berulang kali meminta sejumlah uang terkait kegiatan ekspor udang ke Singapura dari Kota Batam. “Dari kegiatan OTT tersebut kita dapatkan barang bukti 1 buah amplop berwarna coklat bertuliskan “To Pak Wildan” yang berisikan uang tunai sejumlah Rp12.450.000 berikutnya Laporan Ekspor Udang Vaname Ahua Bulan April 2021, 1 unit handphone merk Xiaomi dan tas sandang merk Calvin Klein warna hitam yang berisikan beberapa buku tabungan dan kartu ATM serta uang tunai dolar Singapura sejumlah SGD 16.636,″ lanjutnya.

Advertisement

″Dari rangkaian OTT tersebut ada lima orang saksi yang telah kita lakukan pemeriksaan dan pasal yang kita persangkakan adalah Pasal 12 Huruf (E) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang berbunyi ‘Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, ″ pungkas Apri Fajar Hermanto.

Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Apri Fajar Hermanto mengatakan bahwa tersangka ini melakukan kegiatannya sejak bulan Februari sampai dengan bulan Mei 2021.

“Korbannya telah memberikan uang sebanyak empat kali yakni pada bulan Februari sebesar Rp5.410.000, bulan Maret sebesar Rp3.560.000, bulan April sebesar Rp7.970.000, dan tanggal 21 Mei sebesar Rp12.450.000 untuk keterlibatan tersangka lainnya sampai dengan saat ini masih terus kita dalami,″ pungkasnya.

Reporter: Simon L. Tobing
Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: