Diduga Merekayasa Penerima BLT DD, Kades Tanjung Aur Dilaporkan

Warga masyarakat Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu saat menyampaikan laporannya ke Kejari Kaur pada Senen,(21/06/2021).
Warga masyarakat Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu saat menyampaikan laporannya ke Kejari Kaur pada Senen,(21/06/2021).

KAUR (KM) – Beberapa warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur bersama Anggota BPD resmi melaporkan oknum Kepala Desa setempat atas dugaan merekayasa penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur pada Senin 21/6.

Salah seorang masyarakat pelapor Ali Imron yang merupakan salah satu anggota BPD Desa Tanjung Aur mengatakan bahwasanya laporan pihaknya sudah di terima, dan akan segera di tindak lanjuti oleh pihak Kejari.

Kedatangan beberapa warga Tanjung Aur di kantor Kejari Kaur disambut oleh Kasi Intel Kejari Kaur.

“Laporan sudah diterima hari ini, adapun item laporan yang kami sampaikan adalah adanya dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tanjung Aur pada tahun 2020 yang lalu, sebab menurut temuan kami bahwa sekitar 27 orang penerima BLT DD diduga ada rekayasa,” kata Imron saat dikonfirmasi awak media usai menyampaikan laporan pada Senin 21/6.

Dijelaskannya, yang dimaksud dengan rekayasa adalah karena orang yang menerima berdasarkan bukti kwitansi dari 27 KK itu di antaranya ada yang sudah meninggal dunia dan ada juga warga penerima yang tidak lagi berdomisili di desa.

“Kami merasa ada sesuatu yang janggal dari data penerima BLT DD Tahun 2020 itu, ada yang sudah meningal dunia, warga tidak berdomisili di desa, bahkan ada yang sudah pindah ke Provinsi Lampung tapi masih menerima BLT DD yang dikelola oleh Pemerintah Desa,” jelasnya.

Advertisement

Hal senada juga di katakan Erlan, salah seorang masyarakat yang ikut mengantarkan laporan. Lebih rinci ia menjelaskan bahwa di samping itu ada juga dugaan kejanggalan yang dilaporkan. Di antaranya beberapa temuan terkait harga pembelian galian C di mana di dalam RAB Desa Tanjung Aur Tahun 2020 harga pasir 196.000/M3 ditambah biaya lansir 500.000/M3 total 696.000/M3 dan batu koral 273.000/M3 ditambah biaya lansir 500.000/M3 total 773.000/M3.

“Ironisnya harga pembelian material pasir dan koral kepada masyarakat diduga tidak sesuai dengan RAB, sebab hasil konfirmasi kami dengan penyuplai matrial harga pembelian sampai di lokasi, harga batu 400.000/m3 dan harga pasir 350.000/m3. Dalam perhitungan kami harga RAB dan harga beli di lapangan sungguh jauh selisih” ujarnya.

Dengan adanya beberapa laporan yang sudah disampaikan tersebut, warga Desa Tanjung Aur meminta kepada Kejaksaan Negeri Kaur agar dapat segera ditindaklanjuti.

Hingga berita ini di terbitkan, Kades Tanjung Aur belum dapat dimintai keterangan, dan upaya konfirmasi tetap diupayakan.

Reporter: Alpi/Biro Kaur

Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: