Aneh! Proyek Rehab SMPN 30 Bengkulu Selatan Dahulukan Plafon Sebelum Atap, DPRD Minta Disdik Lebih Proaktif Awasi Proyek DAK

Kondisi pengerjaan rehabilitasi gedung di SMP Negeri 30 BS saat sidak Komisi III DPRD BS Senen,(21/06/2021). Sumber foto: Raselnews dan Newsterkini.com
Kondisi pengerjaan rehabilitasi gedung di SMP Negeri 30 BS saat sidak Komisi III DPRD BS Senen,(21/06/2021). Sumber foto: Raselnews dan Newsterkini.com

BENGKULU SELATAN (KM) – Ada-ada saja hal yang terjadi dan ditemukan oleh Komisi III DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada gedung salah satu sekolah yang merupakan penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2021 yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Selatan.

Terbukti ketika saat Komisi III DPRD Bengkulu Selatan (BS) menemukan kejanggalan pada pengerjaan rehabilitasi gedung di SMP Negeri 30 BS Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya pada Senin 21/6.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD BS Holman SE kepada KM Bengkulu Selasa 22/6/2021. Holman mengatakan bahwa biasanya proses pembangunan, baik itu rumah maupun gedung ataupun lainnya tentu dilakukan secara berurutan alias bertahap. Mulai dari pekerjaan yang diawali dengan pemasangan pondasi, dinding, atap dan terakhir finishing berupa plafon dan sebagainya. Namun lain halnya justru terjadi pada pengerjaan rehabilitasi gedung di SMP Negeri 30 BS, di mana plafon dikerjakan sebelum melakukan pemasangan atap oleh pihak kontraktor.

“Apa jadinya jika pekerjaan itu tanpa melalui tahapan yang semestinya? Tentu bisa fatal akibatnya. Tetapi itulah kenyataan yang kami temukan saat sidak rehabilitasi gedung di SMP Negeri 30 BS, di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya,” ujar Holman, Selasa 22/6.

Advertisement

“Bagaimana tidak, pelaksana proyek justru mendahulukan plafon dari pada memasang atap. Akibatnya, plafon yang baru dipasang basah karena hujan,” tambahnya.

Ia menduga ada tujuan pihak pelaksana proyek lebih dulu memasang plafon dari pada atap karena mengejar proses pencairan dana.

Sehubungan dengan hal tersebut, pihaknya segera meminta pengawas dari OPD teknis kegiatan DAK pendidikan dalam hal ini Dinas Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan untuk lebih proaktif turun ke lapangan memantau pekerjaan proyek.

“Jangan biarkan pihak rekanan bekerja seenaknya, sehingga menghasilkan bangunan yang tidak bagus, tugas pengawas teknis menegur pelaksana proyek bekerja yang maksimal, jangan didiamkan saja,” pinta salah satu mantan Komisioner KPUD BS itu.

Politisi PDIP itu juga menegaskan bahwa pihaknya akan sering turun ke lapangan menjalankan fungsi pengawasan. Bukan hanya kegiatan Dinas Dikbud yang diawasi, kegiatan di OPD lain seperti di Dinas PUPR, Dinkes dan Dinas Perkim juga akan diawasi.

“Kita ingin memastikan kegiatan pembangunan disetiap OPD, karena proses pembangunan sangat ditunggu masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: