8 Kontainer Zirkon Masih Ditahan, PT. CAL Ajukan Permohonan Pengecekan Ulang Kadar

kontainer yang berisi ratusan ton mineral ikutan timah yakni Zircon masih tersusun rapi di pelabuhan Pangkalbalam.

PANGKALPINANG  (KM) –  Masih ingat 8 kontainer bemuatan 200 ton zirkon mineral ikutan timah yakni zirkon, yang gagal diekspor ke China dari Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu 4/4/2021 silam?

Sebanyak 200 ton zirkon yang dimuat dalam delapan kontainer yang siap untuk dikirim, sebelumnya kontainer-kontainer yang diduga berisi zirkon tersebut sudah berada di atas kapal.

Namun, pihak pelabuhan menurunkan delapan kontainer itu ke pelabuhan Pangkalbalam, lantaran diperiksa oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, yakni Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Ridwan Djamaluddin.

Seperti diketahui ratusan ton mineral ikutan timah yang gagal diekspor ke China itu disebut-sebut milik PT. Cinta Alam Lestari. Tak main-main, keseriusan perusahaan pabrik pengolahan dan pemurnian pasir zirkon tersebut sedikit pun tak pernah surut.

Terbukti dari info yang diperoleh KM Kamis 24/6 bahwa PT. Cinta  Alam Lestari pernah mengajukan surat permohonan untuk dapat dilakukan pengecekan ulang kadar ekspor pasir zirkon milik perusahaannya ke lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah yaitu PT. Sucofindo Indonesia.

Advertisement

Sebelumnya, berdasarkan hasil analisa dari PT. Sucofindo Indonesia, zirkon tersebut sudah memenuhi kadar batasan minimum ekspor yaitu ZrO2+Hf02 > 65.5%.

Saat dikonfirmasi ke kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Pangkalpinang, melalui Humas Bea Cukai, Suharyanto membenarkan pengajuan permohonan PT. Cinta  Alam Lestari untuk dapat dilakukan pengecekan ulang kadar ekspor pasir zirkon milik perusahaan tersebut.

“Iya benar, saat ini sedang ditindaklanjuti,” jawab Suharyanto melalui pesan singkat, Kamis 24/6.

Sementara Direktur PT. Cinta Alam Lestari Marshelle Sunjoto tak mau berkomentar banyak saat dihubungi Kamis (24/6) siang, dan meminta media untuk tidak memuat beritanya.

“Saya tidak mau berkomentar terkait surat permohonan itu, tolong bang, jangan dibuatkan beritanya, karena jika semakin ramai, ada orang di luar sana yang tertawa,” ucap Marshelle.

Pantauan media di lokasi, kontainer-kontainer yang berisi ratusan ton mineral ikutan timah itu masih tersusun rapi di pelabuhan Pangkalbalam.

Reporter:  Dedy
Editor: MSO

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: