Sederet Kejanggalan Pemanfaatan DD di Desa Pagar Dewa Terungkap, Inspektorat Kaur Diminta Bertindak

Sumur Bor yang di duga tidak selesai pengerjaannya di era PJs Kades
Sumur Bor yang di duga tidak selesai pengerjaannya di era PJs Kades

KAUR, BENGKULU (KM) – Pemerintah daerah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dalam hal ini Inspektorat, sepertinya gagal melakukan pembinaan terhadap jalannya pembangunan yang bersumber dari Dana Desa (DD). Pengelolaan DD yang dilakukan oleh pemerintah desa diduga banyak fiktif dan ditemukan kejanggalan dalam proses pelaporan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bambang Iswanto, Mantan Sekdes Pagar Dewa, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur kepada KM Bengkulu pada Rabu 19/5. Dikatakan olehnya, dari rincian penggunaan DD di Pagar Dewa saja di antaranya pemeliharaan sarana-prasarana olah raga yang mencapai Rp10.800.000, pembinaan PKK Rp11.413.910, peningkatan kapasitas aparatur desa Rp49.350.000, pembinaan LKMD, LPM dan LPMD Rp28.200.000, dan pemeliharaan penanganan keadaan mendesak Rp61.583.000 diduga ada kejanggalan dalam proses pelaporannya.

“Untuk pekerjaan sumur bor ada dua titik yang nilainya mencapai Rp 258.711.000, namun sampai saat ini pekerjaan itu tidak selesai. Anehnya lagi, walaupun pekerjaan belum selesai, pemerintah desa tersebut suda bisa mencairkan Dana Desa tahap 40% awal, berarti ada dugaan pemalsuan laporan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ),” jelas mantan Sekdes yang sempat bertugas selama 4 bulan bersama Pjs Kades tersebut.

Lanjut Bambang, pihak Inspektorat dinilai olehnya terkesan diam dan bahkan menduga ada kerja sama dan seolah menutup-nutupi persoalan tersebut, sehingga sampai saat ini Inspektorat tidak melakukan pengecekan langsung di lapangan.

“Jika pihak Inspektorat Kabupaten Kaur tidak akan mengaudit Dana Desa Pagar Dewa tahun 2020 itu maka saya akan memasukkan laporan dugaan tersebut ke aparat penegak hukum,” ketusnya.

Advertisement

“Kami masyarakat Desa Pagar Dewa berharap kepada pihak Inspektorat Kabupaten Kaur untuk benar-benar mengaudit anggaran dana desa (ADD) dan dana desa (DD) Pagar Dewa Tahun 2020 dan kepada pihak APH untuk segera menindaklajuti laporan kami nanti, sebab semua yang kami sampaikan itu siap kami buktikan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pagar Dewa yang baru saja dilantik, Petro Suardi, membenarkan adanya pekerjaan sumur bor di sebanyak dua titik di tahun 2020 pada era Pjs Kades sebelumnya yang belum selesai, sedangkan pembangunan sumur bor di tahun 2021 tahap 40% awal juga belum selesai.

“Jadi di Desa Pagar Dewa ada 3 titik pembagunan sumur bor pada era Pjs Kades sebelum saya dilantik, ketiganya belum ada yang selesai. Saya selaku Kepala Desa yang baru […] kebingungan mau mencairkan lagi Dana Desa, masih terganjal pekerjaan kepala desa Pjs sebelunya yang belum selesai, sedangkan pemerintah desa ini mau berjalan,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa Pjs Kades sebelumnya juga suda mencairkan dana covid 8% namun dana itu tidak diketahui ke mana rimbanya.

“Kami mau buat posko covid tidak bisa dikarenakan anggaran dana untuk posko covid yang sudah dicairkan oleh Pjs sebelum saya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, mantan Pjs Kades Pagar Dewa belum berhasil dimintai keterangan.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: