Pengelola Parkir Pasar Haurgeulis Berebut Hak Pengelolaan dengan Dishub Indramayu

Pasar Haurgeulis, Indramayu (dok. KM)
Pasar Haurgeulis, Indramayu (dok. KM)

INDRAMAYU (KM) – Rebutan area parkir antara Tamri, seorang ketua kelompok pengelola parkir areal depan Pasar Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, dengan Dishub Kepala Terminal Patrol terus bergulir.

Kepada KM, Tamri yang merupakan seorang PNS mengaku bahwa dirinya sudah lebih dari 15 tahun dimandatkan oleh Usman yang merupakan Kepala Pasar Haurgeulis. Dirinya bersikeras tidak akan melepaskan areal perparkiran yang dikelolanya sesuai mandat yang sudah diterimanya tersebut.

“Saya akan terus pertahankan karena menyangkut nasib anak buah sebagai tukang parkir sejumlah 14 orang yang terbagi dalam dua shift,” ungkap Tamri.

Tamri juga mengungkapkan bahwa areal perparkiran yang sudah berjalan sejak lama tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yakni di sebelah timur dikelola oleh pihak pasar dan di sebelah barat dikelola oleh pihak “orang suruhan Dishub” yang telah dibekali KTA Dinas Perhubungan. Adapun biaya untuk mendapat KTA Dishub tersebut berkisar Rp 5.000.000,- per orang, tidak digaji dan hanya mendapat kelebihan setoran perharinya saja.

Advertisement

“Selama pembagian areal parkir sudah berjalan kurang lebih 10 tahun dan perparkiran di luar pagar tembok pasar dikelola oleh Dinas Perhubungan yaitu untuk mobil juga roda tiga apakah tidak cukup?” keluh Tamri.

Sementara itu, pihak Dishub saat dikonfirmasi KM membenarkan bahwa kewenangan perparkiran ada pada Dinas Perhubungan.

“Berdasarkan Perda Kabupaten Indramayu nomor 16 tahun 2017 tentang perparkiran, sudah menjadi keputusan bahwa hak kewenangan ada pada Dishub,” kata Mardianto, Petugas Dishub yang juga Kepala Terminal Patrol.

Terpisah, Usman Bukhori, Kepala Pasar Haurgeulis mengatakan ke media KM kalau pihaknya mempersilahkan jika memang Dishub ingin menguasai seluruh areal perparkiran, asalkan dikelola sendiri dan tidak dipindahtangankan ke pihak lain.

“Tidak jadi masalah asalkan benar-benar dikelola oleh pihak Dinas Perhubungan jangan dipindahtangan ke pihak lain, karena konon mau dikelola pihak PT pemenang tender,” cetus Usman Bukhori.

Reporter: Arifin d
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: