Langgar GSB, Gudang di Pedurenan ini Habiskan Keseluruhan Lahannya untuk Bangunan

Bangunan gudang yang berlokasi di Kampung Pedurenan Rt004/002, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi (dok. KM)
Bangunan gudang yang berlokasi di Kampung Pedurenan Rt004/002, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Masih banyak bangunan gudang di Kota Bekasi yang menyalahi peraturan, salah satunya bangunan gudang di wilayah Jalan Kampung Pedurenan RT 004/002, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, yang diduga melanggar peraturan GSB (Garis Sempadan Bangunan).

Dalam Keterangan Rencana Kota (KRK) di surat sertifikat lahan yang dimiliki pemohon atas nama Evi seluas 300 meter, untuk keterangan jalan hanya 5 meter dan untuk GSB pun 5 meter, namun nyatanya kondisi di lapangan, lahan tersebut dihabiskan untuk bangunan gudang.

Menurut informasi, pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) bagi gudang tersebut diserahkan kepada seorang pegawai Dinas Tata Ruang Kota Bekasi bernama Viky.

“Untuk pengurusan IMB memang saya serahkan ke orang Tata Kota pak Viky. coba saja dihubungi. Sebelumnya waktu itu saya sempat ke Kecamatan Mustika Jaya, cuma arahan dari Pak Camat untuk pengurusan IMB ranahnya ke dinas langsung. Dan akhirnya saya diarahkan ke pak Viky oleh pak camat,” terang Evi beberapa waktu lalu.

Advertisement

Adapun ketika dimintai keterangan, Viky mengaku memang dirinya lah yang mengurus proses perizinan Evi. “Untuk pengurusan memang saya yang proses dan berkas yang sudah jadi baru surat KRK, file banjir, site plan, dan mau masuk rekomtek,” kata pegawai Dinas Tata Ruang Kota Bekasi itu kepada KM Selasa 4/5.

Namun dia enggan menjawab saat ditanyakan terkait luasan lahan yang digunakan untuk bangunan gudang dan pembuatan file banjir untuk perizinan gedung di atas lahan seluas 300 meter persegi itu.

Terpisah, Kepala UPTD Pengawas Bangunan Wilayah II Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Kusnadi waktu dimintai tanggapan mengenai bangunan tersebut mengaku akan memanggil pemilik bangunan itu.

“Kita akan membuat surat undangan dari dinas untuk memanggil pemilik bangunan perihal proses perizinannya,” jelasnya.

Reporter: Den
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: