Kades Mekartanjung Ungkap Banyaknya Penyalahgunaan Wewenang di Era Pendahulunya

SUKABUMI (KM) – Dugaan adanya penyelewengan Dana Desa (DD) dan BUMDes, serta kearsipan desa fiktif pada kepimpinan Kepala Desa (Kades) Mekartanjung, Kecamatan Curug Kembar, Kabupaten Sukabumi periode 2017-2019 mulai terungkap atas pengakuan Kades Mekartanjung yang menjabat saat ini.

“Pertama ada tanah Desa yang digadaikan, dan pembangunan jalan di tahun 2017, dengan panjang 1.700 meter dengan anggaran Rp163.850.000, itu fiktif dan tidak ada di kearsipan Desa,” ungkap Kades Enden Solihin.

“Ada lagi tanah Desa atau Tanah Bengkok, yang digadaikan oleh oknum perangkat desa berupa lahan basah yaitu sawah dengan jumlah 13 kotak sawah dan digadaikan sebesar Rp6.000.000,00, kepada salah satu masyarakat. Masih ada anggaran yang tidak jelas, dana BUMDES Desa dengan Anggaran Rp112.000.000,00,” jelas Enden.

Advertisement

Menurut penelusuran awak media, salah seorang Ketua RT di wilayah membenarkan dan menujukkan lokasi areal lahan yang digadaikan tersebut. Ketua RT membenarkan lahan tersebut digadaikan ke H. Saepuloh, dengan harga Rp6.000.000 sejak lama.

Sementara mantan Ketua BUMDES Mekar Tanjung, Dede, mengaku tidak tahu menahu. “Ya Kades waktu itu Kuwu Rudi, menitipkan dalam pengelolaan BUMDES, hal anggaran saya tidak mengetahui. Apalagi soal pembelian aset, karena semua alat-alat, seperti molen, tabung gas, dan sound sistem, itu semua Kades Kuwu yang belanja, jadi saya tidak tahu apa-apa,” beber Dede.

“Saya selaku Ketua BUMDES hanya sebagai nama saja, terkait keuangan semua yang urus Kades Kuwu Rudi saat itu,” terang Dede.

Reporter: Iwan K.
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: