Cegah Kerumunan, Tempat Wisata dan TPU Sempat Ditutup

BOGOR (KM) – Di masa pandemi, munculnya kerumunan harus dihindari untuk menekan potensi penularan covid-19. Dengan alasan itulah Pemerintah Kota Bogor pada libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H lalu, menutup 17 tempat wisata untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. Demikian pula dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan dua alasan penutupan belasan tempat wisata tersebut. Pertama, dalam rangka menyelaraskan dengan kebijakan Pemerintah DKI Jakarta. “Di Jakarta tempat wisata tutup, maka Kota Bogor tutup. Kami tidak ingin tempat wisata membludak,” kata Bima saat meninjau arus kendaraan di Pos Penyekatan Tol Bogor, Minggu (16/5/2021).

Alasan kedua, berdasarkan memantauan sejak Minggu pagi, para pengunjung terus berdatangan ke berbagai titik lokasi wisata dengan sistem buka-tutup. Hanya saja, volume pengunjung terus bertambah sehingga melebihi kapasitas. “Tadi pagi masih buka tutup. tetapi ketika menjelang siang, melebihi kapasitas. Arus pengunjung terus masuk, maka diputuskan kami tutup,” katanya.

Terkait dengan fenomena itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memerintahkan jajarannya untuk memonitor salah satu objek wisata kolam renang di Kecamatan Bogor Selatan. Pemantauan dilakukan sekitar Jam 11.30 WIB, dengan jumlah pengunjung sampai jam 10.00 Wib berjumlah 2.977 orang. “Kapasitas The Jungle Waterpark sekitar 8.000 pengunjung,” katanya. Akhirnya pada pukul 10.00 WIB, The Jungle Waterpark ditutup. Pengunjung diimbau tidak berkerumun dan sebagian mereka meninggalkan lokasi.

Sementara itu, di Kebun Raya Bogor (KRB), yang menjadi salah satu tujuan wisata selama masa libur lebaran, sejumlah pengunjung telah berkumpul di pada Minggu pagi (16/5/2021). Hari itu dilaporkan, jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 9000 orang, jumlah yang nyaris mendekati kapasitas maksimalnya. Meski begitu, dinilai tidak terjadi kepadatan yang mengkhawatirkan.

Didampingi Kepala Satpol PP Agustiansyah dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Atep Budiman, hari Minggu itu Wali Kota Bogor, Bima Arya memantau Kebun Raya dengan berkeliling areal tersebut. “Hari ini terlihat lebih padat dari kemarin, makanya kami lakukan antisipasi untuk perketat pengawasan,” ungkapnya.
Di pihak lain, pengelola KRB pun telah menyebar timnya untuk memecah kerumunan di dalam areal yang cukup luas. Mereka telah mengantisipasi lonjakan pengunjung di libur lebaran.

Sebelumnya pemantauan juga dilakukan Wali Kota Bogor, pada Rabu (12/5/2021) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blender, Kebon Pedes. Kedatangannya untuk memastikan kebijakan peniadaan ziarah kubur untuk pengunjung, berlaku di seluruh pemakaman di Kota Bogor, dari 12 hingga 16 Mei 2021.

Kebijakan tersebut diputuskan berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan para kepala daerah di Jabodetabek guna mengantisipasi penyebaran covid-19. “Ini merupakan kesepakatan bersama dalam rangka penanganan covid-19. Kita tidak ingin terjadi gelombang kedua dan tidak ingin Indonesia seperti India yang terkena tsunami covid-19. Saya meyakini ini tidak mudah tapi ini adalah ikhtiar maksimal kita agar tidak terjadi kerumunan warga,” kata Bima Arya usai meninjau TPU Blender.

Menurut Bima, penumpukan warga yang terjadi di tempat pemakaman umum untuk ziarah dari tahun ke tahun sulit dikendalikan. Di samping itu ia juga memahami, penutupan TPU berdampak secara ekonomis pada warga sekitar yang selalu mengais rezeki tahunan.
Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor menyerahkan bantuan berupa sembako, khususnya bagi para pekerja di kawasan TPU. “Untuk para ibu yang menjadi penjual bunga dan ikut terdampak, kami akan koordinasikan guna meringankan sedikit beban mereka. Di area TPU Blender, kurang lebih ada 25 penjual bunga yang merupakan warga asli sekitar pemakaman. “Mudah-mudahan ini rezeki yang tertunda, karena setelah hari Minggu makam akan dibuka secara bertahap dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Kepada peziarah yang kedapatan di area pemakaman pada Idul Fitri, petugas melakukan penanganan secara persuasif. Pada dasarnya, penanganan yang dilakukan adalah untuk mencegah agar tidak terjadi kerumunan. Di Kota Bogor ada 8 TPU dan TPU Blender menjadi salah satu yang selalu ramai dikunjungi di samping TPU Dreded.
“Kami bertindak sesuai arahan Bapak Wali Kota, mengedepankan langkah persuasif dan tidak ada sanksi. Kami menyampaikan dan menghimbau warga untuk sementara waktu untuk berziarah. Pengaturan dan pengawasan tetap kami laksanakan ketika nanti selesai batas waktu penutupan sementara TPU,” jelas Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syah.

Di TPU Blender, ada 12 akses masuk dan untuk setiap akses masuk disiagakan 2 personel Satpol PP dan diperkuat personel tambahan. Hal serupa diterapkan di TPU lain. Itulah ikhtiar yang seyogianya didukung semua pihak, karena demi kepentingan bersama.

(Advertorial)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: