Tindaklanjuti Keluhan Masyarakat, Legislator Tinjau Langsung Keberadaan Gepeng dan Anak Punk di Jepara

(dok. KM)
(dok. KM)

JEPARA (KM) – Sesuai dengan Perda no.20 tahun 2012, terkait pelaksanaan kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban di tempat umum, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara melakukan peninjauan di lapangan pada Senin 26/4, sehubungan adanya laporan masyarakat yang terganggu dengan hadirnya gembel, pengemis, dan anak punk di persimpangan-persimpangan yang mengamen dan meminta-minta sumbangan yang tidak jelas.

Anggota Komisi A DPRD Jepara, Agus Sutisna, yang ditemui oleh wartawan yang melintas di lampu merah Gotri, Kecamatan Kalinyamat, mengatakan bahwa pihaknya menemukan pelanggaran ketertiban umum. “Kami meninjau apa yang kami terima laporan dari masyarakat, terkait adanya gepeng dan anak punk yang mengamen di lampu merah, dan kami meninjau dan menyisir sepanjang jalan, dan kami banyak menemukan adanya pelanggaran ketertiban di tempat umum,” ujarnya.

“Kami juga menemukan adanya permintaan sumbangan di jalan yang tidak jelas sumbernya, yang diperuntukkan pribadi, dan anak punk yang mengamen di lampu merah,” lanjutnya.

Advertisement

‘Kami berusaha persuasif pendekatan kepada anak punk, agar mencari pekerjaan yang lebih baik, dan bagi mereka warga Jepara akan kami kembalikan ke tempatnya dengan melalui Dinas Sosial dan dinas terkait lainnya. Untuk mereka yang bukan warga Jepara kami menyarankan, mengimbau agar mereka kembali ke kota asal mereka, karena saya melihat mereka bisa memobilisasi dirinya dan temannya untuk pulang ke daerah asalnya,” jelas Agus.

Menurut Agus Sutisna, anak-anak punk tersebut masih sangat muda dan kreatif serta usia kerja, sehingga sangat disayangkan kalau mereka tidak manfaatkan usianya untuk hal-hal yang lebih baik lagi, yang bisa berguna untuk dirinya, keluarga dan masyarkat.

“Saya berharap Jota Jepara sesuai dengan Perda No 20 Tahun 2012, masyarakat bisa merasakan kenyamanan, tidak terganggu dengan hal-hal tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Once
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: