RS Lapangan Hanya Terisi 8 dari 64 Ruang Isolasi, Wali Kota Bogor Masih Siagakan untuk Antisipasi Lonjakan Covid-19 pada Ramadan dan Idul Fitri

Peresmian RS Lapangan Kota Bogor pada Januari 2021 (dok. prokompimda)
Peresmian RS Lapangan Kota Bogor pada Januari 2021 (dok. prokompimda)

BOGOR (KM) – Kasus positif covid-19 di Kota Bogor menunjukan tren yang menurun. Hal ini berdampak pada tingkat keterisian ruang isolasi di 21 rumah sakit se-Kota Bogor, termasuk Rumah Sakit (RS) Lapangan yang ikut mengalami penurunan jumlah pasien yang dirawat.

Data per Minggu 11/4 mencatat, jumlah tempat tidur isolasi yang terisi di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Kota Bogor hanya 8 unit dari total yang disiapkan 64 unit. Rinciannya, enam pasien berasal dari Kota Bogor dan dua pasien sisanya dari kota lain.

Meski demikian, Wali Kota Bogor Bima Arya menyatakan tetap akan menyiagakan RS Lapangan tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kasus pada momen Ramadan dan Idul Fitri ini.

“Masa operasional RS Lapangan akan habis [18 April 2021]. Tapi menurut saya kita harus antisipasi gelombang kedua. Tidak boleh lengah. Karena di banyak negara itu lengah, terjadi gelombang kedua. Terutama di bulan Ramadan ini. Kalau kita mampu melewati bulan Ramadan tidak ada lonjakan kasus, Insya Allah aman,” ujar Bima.

“Tapi kalau Ramadhan terjadi lonjakan, dan ketersediaan ruang isolasinya di rumah sakit tidak ada, bagaimana?” ungkap Bima Arya usai mengikuti apel Satgas Covid-19 Kota Bogor di Lapangan Pusdikzi, Jalan Sudirman, Bogor Tengah, Senin 12/4.

Bima juga menyampaikan, saat ini sedang dilakukan proses review oleh Inspektorat Kota Bogor yang hasilnya akan disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Saya sudah komunikasi dengan Kepala BNPB. Saat ini masih dilakukan review oleh Inspektorat. Secara keuangan bagaimana, apakah masih tersedia anggarannya di BNPB atau tidak, itu dulu. Tapi kalau saya ingin lanjut. Walaupun akan habis, saya ingin lanjut,” jelasnya.

“Ya targetkan proses review oleh Inspektorat tersebut akan selesai dalam pekan ini. Jika inspektorat reviewnya sudah selesai, mudah-mudahan satu minggu ini ada kejelasan,” kata Bima.

Diketahui, RS Lapangan Kota Bogor mulai beroperasi pada 18 Januari 2021 untuk meningkatkan kapasitas ruang isolasi yang saat itu mengalami lonjakan pasien covid-19 sehingga menyebabkan kekurangan tempat tidur. RS Lapangan yang merupakan kolaborasi BNPB dengan Pemkot Bogor ini terletak di komplek GOR Pajajaran dan memiliki masa operasional selama tiga bulan atau hingga 18 April 2021.

Fasilitas yang tersedia di RS Lapangan antara lain 64 tempat tidur, 8 diantaranya untuk IGD. Selain ruang isolasi, ada juga unit layanan fisioterapi, laboratorium, radiologi mobile, pelayanan gizi, farmasi serta rujukan. Tenaga kesehatan yang bersiaga di RS Lapangan sebanyak 44 perawat, 8 dokter spesialis, 10 dokter umum, 6 radiografer, 2 fisioterapi dan petugas penunjang lainnya.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*