Program YESS di Subang Dorong Pemuda Jadi Wirausahawan Pertanian

(dok. KM)
(dok. KM)

SUBANG (KM) – Bupati Subang Ruhimat menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Program YESS yang menghadirkan seluruh stake holder se-Kabupaten Subang tahun 2021 di ruang aula BP4D, Kamis 1/4.

Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut terkait terpilihnya Subang bersama 14 kabupaten lainnya dalam program YESS (Youth Entrepreuneurship and Employment Support Services Programme), yaitu program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan pemuda di sektor pertanian.

Kegitan tersebut dihadiri Direktur Polibangtan, perwakilan pengurus YESS Jawa Barat, Pj. Sekda, Asda, kepala perangkat daerah terkait, pimpinan Bank BJB Subang. dan para camat se-Kabupaten Subang melalui Zoom meeting.

Kaban BP4D sekaligus koordinator stakeholder program YESS Kabupaten Subang Hari Rubiyanto mengatakan, program YESS merupakan program yang dapat memacu anak muda untuk berperan serta menjadi petani milenial yang memiliki sumber daya manusia di bidang pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan memiliki jiwa wirausaha.

“Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai unsur perangkat daerah di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dispemdes, Dinas Pendidikan, Dinas Parpora, Ketahanan Pangan, Disdukcapil, Disnaker dan bagian perekonomian serta melibatkan pula pihak perbankan,” ujar Hari.

Advertisement

Sementara Direktur Polibangtan sekaligus penanggung jawab program YESS Jawa Barat Siswoyo mengungkapkan, program YESS merupakan program dari Kementerian Pertanian berskala nasional, bahkan internasional, yang dilaksanakan di 4 provinsi dan 15 kabupaten di Indonesia. “Adapun di Jawa Barat dilaksanakan di Kabupaten Subang, Tasikmalaya, Cianjur dan Sukabumi,” ungkap Siswoyo.

“Tujuan dibentuknya tim koordinasi stake holder program YESS adalah berbagi pengetahuan dan pengalaman pengembangan sektor pertanian, bertanggung jawab mensukseskan program, memberikan saran dan masukan terkait pelaksanaan program serta menyiapkan rencana aksi pemberdayaan pemuda pertanian, pendampingan, monitoring dan evaluasi,” tutur Siswoyo.

Pada kesempatan tersebut Bupati Subang Ruhimat mengatakan, penyelenggaraan forum rapat koordinasi ini merupakan “momen yang sangat penting dan strategis” untuk mengkomunikasikan serta mengkoordinasikan rencana pelaksanaan pembangunan di bidang pertanian yang mampu menjawab isu-isu strategis.

“Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, salah satunya kerjasama dengan PTPN VIII dalam rangka optimalisasi pemanfaatan lahan yang salah satunya untuk pembangunan Kampung Tani Milenial. Ada 6000 hektare yang bisa dimanfaatkan,” pungkas Bupati.

Reporter: udin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*