Warga Khawatirkan Risiko Longsor di Jalan Raya CBL Cibitung

Kondisi jalan yang retak kembali di jalan Raya CBL, Kelurahan Wanasari, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Kondisi jalan yang retak kembali di jalan Raya CBL, Kelurahan Wanasari, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Perbaikan Jalan Raya CBL, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang sebelumnya sempat longsor beberapa minggu yang lalu kini sudah selesai diperbaiki, namun, jalan itu sudah mengalami keretakan lagi.

Diketahui, proyek tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten bekasi, yang dilaksanakan PT Bona Jati Mutiara, dengan judul “Kegiatan peningkatan Jalan Wanasari-Pulo Puter sejajar CBL” melalui proses Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Tahun Anggaran APBD 2020, dengan pagu anggaran Rp7.543.000.000.

Menurut informasi salah satu warga setempat saat dimintai keterangan oleh kupasmerdeka.com terkait kondisi jalan yang retak, dirinya mengatakan bahwa pekerjaan ini baru saja selesai pada tanggal 18/2 kemarin, namun sudah terjadi keretakan lagi pada jalannya.

“Padahal baru selesai diperbaiki jalan dan sheet pile nya, ini sudah ada keretakan lagi di jalan betonnya. Karena sebelumnya sempat terjadi longsor pada awal tahun ini. Dikhawatirkan akan terulang kejadian longsor lagi, karena sebelumnya terjadinya longsor bermula dari keretakan jalan” ucapnya.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi Prima saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Selasa 2/3 hanya mengatakan bahwa pihaknya akan mengecek ke lapangan.

“Nanti coba saya sampaikan ke PPTK sama ke PPK nya dan nanti akan kita cek lagi ke lapangan,” katanya.

Ketika ditanya apakah ada pemotongan di kegiatan tersebut, Prima pun menjawab bahwa pekerjaan itu akan dianalisa kembali dan akan dilakukan pemotongan, apabila tidak sesuai spesifikasi. “Dan untuk pembesian,nanti saya komunikasikan sama PPTK terkait teknis,” ujar Prima.

Saat ditanya, apakah pekerjaan tersebut sudah dilakukan pembayaran, dirinya berkelit tidak mengetahui. “Karena yang tanda tangan SPM itu PPK,” ungkapnya.

Reporter: mon
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*