Usai Divaksinasi Tahap 2, Kadiskominfo Depok Imbau Warga Agar Tidak Terbawa Isu Negatif Soal Vaksin

Kepala Dinas Kominfo Depok, Sidik Mulyono (dok. KM)
Kepala Dinas Kominfo Depok, Sidik Mulyono (dok. KM)

DEPOK (KM) – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok Sidik Mulyono mengimbau kepada seluruh warga Kota Depok agar mengikuti vaksinasi yang diprogramkan pemerintah. Dirinya juga mengajak agar masyarakat tidak terbawa isu-isu negatif terkait pelaksanaan vaksinasi yang sudah berjalan selama ini.

“Alhamdulillah tadi pagi saya sudah menjalani proses vaksinasi tahap kedua setelah sebelumnya juga divaksin 14 hari yang lalu. Jadi saya imbau kepada semua warga Depok tidak perlu kuatir dengan vaksin ini dan jangan terbawa isu-isu negatif yang beredar,” ujarnya kepada KM di salah satu kedai kopi di bilangan GDC Depok, Rabu 17/3 sore.

Sidik mengakui jika dirinya sempat mengalami demam usai divaksinasi tahap pertama. Hal itu dirasakannya setelah lebih dari 6 jam dirinya divaksin, yakni sejak magrib hingga keesokan paginya.

“Demamnya masih wajar karena mungkin proses penyesuaian usai divaksin, karena memang setelah divaksin pagi hari saya tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa hingga sore. Alhamdulillah esok pagi harinya sudah dalam kondisi normal lagi,” ungkapnya.

“Saya juga menyarankan, dalam menghadapi pandemi ini agar lebih mementingkan keseimbangan kesehatan metabolik, dengan cara menerapkan pola makan gizi berimbang, istirahat cukup, dan rutin berolahraga,” ajaknya. Selain itu rutin berpuasa sunnah atau puasa sesaat (intermittent fasting) yaitu tidak makan mulai dari jam 7 malam hingga esok pagi jam 9-11 pagi dan di antara rentang waktu tersebut boleh minum, imbuhnya.

Advertisement

Sindrom metabolik sendiri adalah gangguan kesehatan akibat tidak seimbangnya aktifitas anabolik dan katabolik, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, trigliserida tinggi, diabetes, dan obesitas, dimana kondisi ini membuat tubuh sangat rentan terhadap penularan covid-19.

“Bagi penderita sindrom metabolik disarankan isolasi mandiri, maksudnya adalah dalam rangka penyembuhan sindromnya, bisa berkonsultasi ke puskesmas dan terapi obat melalui WA puskesmas maupun konsultasi dokter di 112, atau alternatif terapi lain dengan cara berolahraga,” ujarnya.

Sidik dalam kesempatan tersebut juga mengajak agar warga terus menjalankan protokol kesehatan dengan melakukan 3M sesuai himbauan pemerintah, dan khusus bagi penderita sindrom metabolik agar lebih bersikap preventif yakni mengisolasi mandiri di rumah, dengan tidak mengikuti kegiatan berkerumun maupun menghindari tempat keramaian.

“Preventif itu pencegahan dini agar tidak terpapar covid-19, kalau sudah terpapar lalu diisolasi itu namanya kuratif (pengobatan), jadi ini yang perlu dipahami kita semua, mencegah lebih baik daripada mengobati,” paparnya lagi.

Terkait program vaksinasi yang sudah berjalan di Kota Depok, Kadiskominfo belum mendapatkan data update terkait pengaruh laju penyebaran covid-19 terhadap vaksinasi.

“Semestinya sih berdampak pada penurunan jumlah kasus seperti yang sudah diumumkan di beberapa daerah lainnya, tapi nanti saya cek update datanya dulu ya sejauh mana pengaruh vaksinasi terhadap tren penyebaran covid-19 di Kota Depok,” pungkasnya.

Reporter: Sudrajat
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*