Sepakat Selesaikan Kasus Pembulian Siswa di KPAID, SMAN 6 Tanjungbalai Minta Orang Tua Korban Tidak Didampingi Wartawan

Wartawan kupasmerdeka.com bersama orang tua korban bullying di SMAN 6 Tanjungbalai (dok. KM)
Wartawan kupasmerdeka.com bersama orang tua korban bullying di SMAN 6 Tanjungbalai (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 6 Kota Tanjungbalai, Abdul Wahab, tidak terima dengan pemberitaan media kupasmerdeka.com tentang dirinya terkait kasus perundungan atau bullying terhadap siswanya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Wahab menyatakan keberatan dengan pernyataan “tidak beretika” yang dilontarkan oleh Ketua KOMPAK (Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota) Tanjungbalai, Ramadhansyah.

“Karena kata ‘tidak beretika’ yang tertera dalam berita itu tidak benar. Dan segala sesuatu masalah itu diselesaikan oleh kepala sekolah SMAN 6 Kota Tanjungbalai, Toga Weni Rumapea,” ujar Wahab.

“Saya tidak senang anda katakan tidak beretika. Biar kalian tahu, saya bukan wakil kepala sekolah, wakil kepala sekolah itu adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan saya adalah PKS (pembantu kepala sekolah) bidang kesiswaan. Kami memang menghindari wartawan, dan saya sering ribut dengan wartawan. [Tetapi] saya tidak mau repot-repot untuk somasi,” tukasnya.

Sementara itu saat wartawan KM dan orang tua dari korban perundungan (S) menemui Kepala Sekolah SMAN 6 Kota Tanjungbalai Toga Weni Rumapea di ruangan tata usaha, Toga mengklaim bahwa dirinya tidak pernah tahu tentang kasus bullying tersebut dan menambahkan bahwa jabatan Abdul Wahab di SMAN 6 adalah Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

“Masalah ini tidak pernah sampai kepada saya. Tidak pernah saya ketahui. Masalah kesiswaan ini ditangani oleh Bapak Wahab selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan juga selaku guru BP (bimbingan penyuluhan),” jelasnya.

Selanjutnya, usai keluar dari ruangan tata usaha SMAN 6 Kota Tanjungbalai, orang tua S mengatakan kepada KM kalau masalah perundungan terhadap anaknya tersebut akan diselesaikan di Kantor KPAID Kota Tanjungbalai pada Senin 15/3 bersama kedua belah pihak.

Advertisement

“Tadi sewaktu kalian keluar, saya bersama pihak sekolah. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah serta wali kelas, mereka meminta agar saya tidak meminta pendampingan kepada wartawan saat mediasi nanti. Tetapi karena dari awal kami ditemani tanpa kami meminta, saya harap sampai masalah ini selesai, wartawan Kupas Merdeka menemani saya,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ramadhansyah, Ketua KOMPAK (Komite Mahasiswa Pemuda Peduli Kota) Tanjungbalai saat dikonfirmasi terkait keberatan Abdul Wahab atas tuduhan “tidak beretika” menegaskan bahwa kata-kata tersebut sudah tepat ditujukan kepada Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SMAN 6 Kota Tanjungbalai.

“Ini kan masalah siswa, sudah seharusnya ini tugas wakil kepala sekolah kesiswaan atau PKS bidang kesiswaan. PKS dan wakil kepala sekolah adalah jabatan yang sama tetapi dengan penyebutan yang berbeda. Tetapi dia menghindar dari wartawan dengan mengatakan dirinya bukan orang yang dicari. Silakan layangkan surat somasi, saya siap menghadapinya karena itu statement saya. Kalau dia tidak mau disebut sebagai wakil kepala sekolah, seharus nya dia memberi penjelasan kepada wartawan bahwa dia PKS kesiswaan. Dan ini masalah siswa, seharusnya dia sebagai PKS kesiswaan yang harus menjawab, dan kalau tidak bisa menjalankan tugas sebagai wakil kepala sekolah, silakan mundur dari jabatan,” tandasnya.

Reporter: Hanif
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: