RDTR Perkotaan Parungpanjang Dikhawatirkan Geser Tokoh dan Kultur Setempat

RDTR Perkotaan Parungpanjang (dok. KM)
RDTR Perkotaan Parungpanjang (dok. KM)

BOGOR (KM) – RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Perkotaan Kecamatan Parungpanjang masih menunggu dibuatkannya Perbup (Peraturan Bupati) Kabupaten Bogor. Adapun lokasi RDTR Pekotaan Parungpanjang meliputi 9 desa di Kecamatan Parungpanjang yaitu Cibunar, Cikuda, Gintung Cilejet, Jagabaya, Jagabita, Kabasiran, Lumpang, Parungpanjang dan Pingku dan sebagian Desa Batok di Kecamatan Tenjo, dan memliki luas kawasan perencanaan sebesar 3.787,30 Ha.

Ketua MUI Parungpanjang KH Zaenal Adnan mengaku menyambut baik RDTR Perkotaan tersebut, kendati menyimpan sejumlah kekhawatiran.

“Ya kalau kita sih menyambut baik aja, memang sudah masanya Parungpanjang itu berkembang dan masyarakat Parungpanjang sudah saatnya untuk membuka diri gitu, baik dari sektor kemasyarakatan, ekonomi dan sebagainya, terutama sektor agama yang harus lebih kita perluas wawasan masyarakat itu tentang keberagaman kita, sebab walaupun bagaimana Parungpanjang bukan terdiri dari suku Sunda saja, berbagai macam suku sudah ada di Parungpanjang dan berbagai macam agama akan timbul,” ungkap Zaenal Adnan.

Kiai Adnan menuturkan masyarakat Parungpanjang harus mempersiapkan SDM keagamaannya.

“Ya maka penduduk Parungpanjang itu kita persiapkan mereka untuk SDM keagamaannnya, sebab mohon maaf, untuk masa sekarang itu seolah-olah di Parungpanjang itu kulturnya masih kuat, tapi kalau seandainya tidak kita wadahi mereka, juga tidak kita organisir, terutama para tokoh-tokoh yang ada itu akan termarjinalkan, akan terpinggirkan mereka-mereka itu, karena orang-orang luar yang datang ke Parungpanjang itu sangat militan mereka datangnya, sudah pasti akan tergeserkan,” tuturnya.

Adnan mengimbau kepada masyarakat Parungpanjang agar semua lini keagamaan Parungpanjang itu harus proaktif dan menjadi pelopor, sebab jika tidak, kultur kegamaannya itu akan sedikit-sedikit hilang bahkan tergeser.

“Masyarakat itu harus bisa menguasai sektor keagamaan, artinya gini, di semua lini keagamaan harus masyarakat Parungpanjang itu yang pro aktifnya, jadi jangan masyarakat Parungpanjang itu yang hanya diundang ketika ada kegiatan keagamaan kemudian datang, tapi harus menjadi pelopor kegiatan keagamaan di Parungpanjang, biar terasa bahwa Parungpanjang itu masih tetap eksis dalam hal keberagaman agama, terutama kita dalam beragama Islam artinya ritual-ritual keagamaan kita jangan tergerus karena banyaknya orang datang atau orang-orang luar yang datang dan paham dengan berbagai macam aliran. Mohon maaf di Perumnas saja orang Parungpanjang itu hanya seberapa saja yang peran aktif, itu kebanyakan orang luar, rasanya ingin menguasai, ingin eksis.”

“Memang betul [para pendatang] ingin memajukan agama, nanti Parungpanjang itu kultur keagamaannya itu akan sedikit-sedikit hilang tergeser, contoh jika kita pertemuan yang biasa kita mengadakan tahlilan dan yasinan, sekarang sistemnya praktis aja, kegiatan itu ga usah pakai tahlilan lah, langsung yasinan aja atau seremonial aja atau pembuka, pembacaan ayat auci Alquran langsung kita sambutan acara, ga ada semacam itu, maka ya saya juga mengimbau ke ketua NU, bahwa orang-orang Nahdliyin berperan aktif antisipasi, nanti orang-orang luar datang ke kecamatan Parungpanjang dengan RDTR yang ada tidak bisa dibendung lagi dan itu adalah hak berwarganegara,” imbau Kiai Adnan.

Advertisement

Hal yang serupa diucapkan oleh rektor STAI Nida El-Adabi di Kecamatan Parungpanjang, Ramlan Rosyad, saat ditemui oleh wartawan kupasmerdeka.com Sabtu pagi 20/3 di rumahnya. Ia menjelaskan bahwa dengan adanya RDTR Perkotaan Parungpanjang, seharusnya seluruh lembaga-lembaga bersinergi untuk mengembangkan SDM masyarakat.

“Lembaga-lembaga di masyarakat Parungpanjang itu seharusnya saling bersinergi, karena kemajuan ini termasuk menjadi perkotaan dengan padat penduduk, jadi sebenarnya di kita itu belum bisa melakukan kolaborasi, lembaga ini salah satunya. Lembaga-lembaga pendidikan, termasuk MUI, NU, Muhammadiyah dan sebagainya, di sini tempat masyarakat saling beradu gagasan saling ngobrol lah, nah di kita kan baik yang negeri hingga swasta itu ada dan itu tidak berperan cukup strategis ya bagi pengembangan SDM masyarakat disini,” jelas Ramlan.

Ramlan menambahkan, RDTR Perkotaan Parungpanjang menjadi “tantangan dan peluang” supaya masyarakat mempunyai kekuatan dalam segi SDM yang terampil dan ahli.

Ramlan juga berharap dengan adanya RDTR Perkotaan Parungpanjang, pemerintah lebih memperhatikan sekolah swasta yang sudah berperan puluhan tahun, atau dibantu, hingga dipenuhi segala kebutuhanya, karena sekolah swasta juga memiliki peran yang sama di masyarakat dan sama stategisnya dengan sekolah negeri.

“Paling tidak perhatian kepada sekolah swasta yang sudah ada ini, yang sudah berperan puluhan tahun, itu perlakuannya sama, artinya kalau sekolah negeri dipenuhi segala kebutuhannya wajar, tapi sekolah swasta itu termasuk madrasah-madrasah jangan ditinggal, artinya jangan tidak dibidik, harusnya pemerintah itu memberi perhatian yang sama, peran mereka itu kepada masyarakat sama strategisnya dengan sekolah negeri gitu, makanya kita berharap kepada pemerintah perlakukan sekolah swasta tidak dijadikan negeri lah, Parungpanjang itu sudah cukup dengan sekolahnya, SMK nya juga sudah ada berapa, dilirik dan dibantu dan harus ditingkatkan grade nya,” harap Ramlan.

Sementara itu, Ketua DPK KNPI Parungpanjang Abdul Hakim mendesak kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi sampai Pemerintah Pusat untuk mendengar hingga merealisasikan seluruh aspirasi dari tokoh agama dan tokoh pendidikan terkait masalah yang ada di masyarakat Parungpanjang, dan Abdul berjanji akan terus mengawal berdirinya RDTR tersebut, karena pemuda-pemudi harus memiliki peran strategis.

“Saya mendesak kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi sampai ke Pemerintah Pusat untuk mendengar hingga merealisasikan seluruh aspirasi tokoh agama dan tokoh pendidikan, masalah yang ada di masyarakat Parung Panjang dan saya berjanji akan terus mengawal sampai berdirinya RDTR Perkotaan Parung Panjang, sebab pemuda-pemudi pribumi harus memilki peran strategis,” desak Abdul.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*