Polda Kepri Bekuk Wanita Penyalur Pekerja Migran Ilegal, Ancam Pidana 10 Tahun Penjara

Pelaku penempatan pekerja migran Indonesia ilegal yang diamankan oleh Polda Kepri (dok. KM)
Pelaku penempatan pekerja migran Indonesia ilegal yang diamankan oleh Polda Kepri (dok. KM)

BATAM (KM) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil mengamankan seorang tersangka wanita berinisial DS alias INA (40), yang berperan sebagai perekrut sekaligus pengurus pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal, dan berhasil menyelamatkan empat orang korban laki-laki calon PMI berasal dari Kota Batam.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu 17/3.

“Bahwa pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021 sekira pukul 11.30 WIB, Subdit 4 Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa calon PMI yang berdomisili di Batam yang akan diberangkatkan untuk bekerja ke Singapura secara ilegal. Mengetahui hal tersebut tim langsung melakukan penyelidikan di daerah Bengkong Sadai Kota Batam, dan sekitar Pukul 14.00 WIB ditemukan ada 4 orang calon PMI ilegal yang direkrut oleh seorang pelaku, dan akan diberangkatkan secara ilegal oleh pelaku,” ungkap Arie.

Advertisement

“Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah tersangka menawarkan pekerjaan di Singapura kepada 4 orang korban calon PMI ilegal, dengan iming-iming gaji antara sepuluh sampai tiga puluh juta rupiah,” tambah Arie.

Arie juga mengatakan, terhadap 4 orang korban calon PMI Illegal dimintai biaya Rp2.300.000 sampai Rp5.300.000 untuk perekrutan dan pengurusan dokumen yang dilakukan oleh tersangka. “Dan setelah dilakukan interogasi terhadap tersangka, tersangka tidak memiliki izin untuk memberangkatkan PMI ke luar negeri,” lanjutnya.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh penyidik yaitu 2 buah buku paspor dan 1 kwitansi penerimaan uang dari korban kepada tersangka. Sementara tersangka dikenakan pasal 80 Jo pasal 81 Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Jo pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 15 miliar,” tutup Arie.

Reporter: Hulman S
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: