DLH Tanjungbalai Abaikan Tumpukan Sampah Walau Pedagang Pasar Bahagia Bayar Retribusi

Tumpukan sampah di lapak penjual ikan Pasar Bahagia yang sudah membusuk dan berulat (dok. KM)
Tumpukan sampah di lapak penjual ikan Pasar Bahagia yang sudah membusuk dan berulat (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Ketua Umum Himpunan Persaudaraan Pedagang Pasar Bahagia (HP3B) Sofyan Marpaung menyesalkan sikap Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Tanjungbalai lantaran sampah di lapak ikan Pasar Bahagia tidak diangkut selama dua hari kendati pedagang di sana membayar retribusi sampah sesuai Peraturan Daerah (PERDA) Kota Tanjungbalai No. 3 Tahun 2012 tentang retribusi daerah. Hal ini disampaikan kepada wartawan Rabu 3/3 di lapak jualannya di Pasar Bahagia Kota Tanjungbalai.

“Sudah dua hari sampah tidak diangkat. Sampah sudah membusuk dan sudah berulat belatung. Kami pedagang sudah sangat resah. Bau menyengat sangat tajam. Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup tidak bersikap konyol karena kami pedagang membayar retribusi sesuai Perda yang berlaku” jelasnya.

Masih menurutnya, pada tahun 2019, retribusi sampah masih 500 rupiah per harinya. Tetapi di tahun 2020, pihak dinas terkait menaikkan retribusi sebesar 1.000 rupiah per hari. Sebagai ketua Umum HP3B, Sofyan mempertanyakan kepada petugas retribusi sampah tentang payung hukum pengutipan 1.000 rupiah, namun tidak mendapat jawaban, bahkan dikatakan bahwa retribusi sampah akan dinaikkan kembali karena mereka wajib setor Rp250.000 per harinya ke DLH Tanjungbalai.

Advertisement

“Kami pedagang bukan sapi perah. Kami bukan menolak retribusi sampah. Tapi kami meminta Dinas Lingkungan Hidup harus bekerja sesuai Peraturan Daerah yang berlaku. Walau ada peraturan Wali Kota, jangan mengangkangi peraturan di atasnya,” jelasnya.

Senada juga di katakan salah seorang pedagang ikan, DT (40), yang mengaku bahwa para pedagang cukup sabar dengan keadaan di Pasar Bahagia. Dari sarana penerangan yang mereka adakan sendiri, akses jalan yang tidak memadai sampai mereka harus menyewa jalan setapak untuk akses jalur belakang untuk mereka dan para pembeli, dan sekarang sampah yang menumpuk di Pasar Bahagia.

“Kami bayar retribusi, bayar sewa lapak, tetapi sampah tidak diangkat selama dua hari, penerangan tidak memadai dan akses jalan dari arah belakang kami yang adakan tetapi kami tidak diberi fasilitas yang memadai,” katanya.

Sementara itu, Kadis LH Tanjungbalai Fitra Hadi enggan merespon permintaan keterangan oleh KM.

Reporter: Hanif
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: