Dituding Peras Kontraktor Ratusan Juta, Kades Cicadas Gunung Putri Dilaporkan ke Polisi

BOGOR (KM) – Lantaran merasa diperas dan diberhentikan proyeknya secara sepihak dengan alasan tidak jelas atau tidak berdasarkan hukum, seorang kontraktor PT. Starsurya Tatalestari berinisial NS (40) melaporkan Kepala Desa (Kades) Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ke Polres Bogor.

“Permasalahan bermula dari Surat Perintah Kerja (SPK) No. 001/SSTL/0620 antara PT. Starsurya Tatalestari dengan NS yang memerintahkan NS untuk melakukan cut and fill di atas tanah seluas kurang lebih 4 hektar. Namun, tiba-tiba di saat NS melangsungkan pekerjaannya, ia didatangi oleh Kades Cicadas dengan maksud meminta uang koordinasi persetujuan lingkungan kepada NS, sebesar Rp175 juta,” ungkap Kuasa Hukum NS, R. Anggi Triana Ismail, dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners kepada awak media, Senin 8/3.

Anggi juga mengatakan, perihal tersebut bisa dilihat dari kwitansi yang dibuat pada tanggal 13 Juli 2020 antara NS selaku yang menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada Kades Cicadas.

“Ya klien kami telah memberikan uang sebesar Rp50 juta, dan sisanya diberikan kembali pada tanggal 8 Agustus 2020, dan sisanya melalui via transfer, yang apabila ditotalkan sebesar Rp175 juta,” tambah Anggi.

Advertisement

“Tidak sampai di situ, ternyata Kades ini meminta uang koordinasi tersebut dengan cara dipatok sebesar Rp600 juta,” jelas Anggi.

Kuasa Hukum NS juga menyampaikan bahwa perbuatan Kades “sangat tercela” atau tidak mencerminkan sikap teladan, dalam statusnya sebagai penyelenggara negara sebagaimana UU No. 06 Tahun 2014 tentang Desa.

“Berdasarkan hal-hal diatas, kami selaku tim kuasa hukum NS telah melaporkan Kades Cicadas ke Polres Bogor atas dugaan tindak pidana pemerasan sebagaimana Pasal 368 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara,” jelas Anggi.

“Laporan tersebut telah diterima berdasarkan Laporan Polisi No. STBL/B/331/III/2021/JBR/RES BGR, tertanggal 08 Maret 2021. Dan kami pun tidak hanya melakukan langkah hukum laporan Kepolisian saja, kami akan adukan juga perbuatan Kades ini ke Inspektorat Bogor dan Bupati Bogor, guna menindak oknum pemerintahan desa, sebagai penyelenggara negara yang diduga keras telah melakukan perbuatan melawan hukum,” tutup Anggi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: