Oknum Polsek Kalideres Tembak 2 Warga Sipil dan 1 Anggota TNI di Kafe

JAKARTA (KM) – Seorang oknum polisi dari Polsek Kalideres, Polres Jakarta Barat, menembak 1 orang anggota TNI dan 2 warga sipil pada Kamis subuh 25/2. Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 05.10 di kafe RM Jl. Outer Ring Road RT 04/06 Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Ketiga korban meninggal di tempat akibat tembakan dari senjata api yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial CS yang berpangkat Brigadir Polisi.

“Penembakan dilakukan oleh anggota Polsek Kalideres terhadap 3 orang, satu di antaranya anggota TNI,” ungkap Kapten Inf Lukman Hakim, Dansat Intel Kodim Jakarta Barat.

Ketiga korban meninggal adalah Martinus Rizky Kardo Sinurat, anggota TNI berpangkat Pratu; Feri Saut Simanjuntak, waiter kafe RM dan Manik, kasir kafe RM. Selain korban meninggal, warga sipil lainnya yang jadi sasaran kebrutalan polisi Kalideres itu adalah Manajer kafe RM bernama Hutapea yang mengalami luka serius.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula saat CS datang ke lokasi sekira jam 02.00 WIB bersama temannya bernama Pegi, dan langsung memesan minuman. Menjelang subuh, saat kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri, staf kafe RM, Feri dan Manik, melakukan penagihan pembayaran minuman kepada CS sebesar Rp3.335.000 namun pelaku tidak mau membayar.

Advertisement

Kemudian korban Martinus Rizky Kardo Sinurat selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut. Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan ditembakkan kepada ketiga korban secara bergantian.

Selanjutnya, pelaku bergegas keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya. Dia kemudian dijemput temannya dan pergi menggunakan mobil.

Kini pelaku sudah diamankan di Propam Polda Metro Jaya. Publik mengharapkan agar oknum polisi yang bermental brutal dan cenderung psikopat itu dapat diproses sesuai hukum yang berlaku dengan minimal sanksi hukuman mati.

“Oknum polisi ini sangat berbahaya, bunuh 3 orang sekaligus seperti bunuh ayam saja, terlihat tanpa ekspresi sama sekali. Itu indikasi dia mengidap kelainan jiwa alias psikopat. Rakyat selama ini menggaji oknum polisi psikopat? Gila benar. Harus dihukum seberat-beratnya, hukuman mati cocok untuk oknum brutal seperti ini yaa,” kata pengamat sosial Wilson Lalengke.

Reporter: Red
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*