Lapangan Bogor Golf Club Masih Terbengkalai

Gerbang Bogor Golf Club di Jalan Dr. Sumeru, Kota Bogor (dok. KM)
Gerbang Bogor Golf Club di Jalan Dr. Sumeru, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Masih kosong tanpa pengelolaan, aset negara berupa lapangan golf di Jalan Dr. Sumeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, menimbulkan kontroversi kendati kerjasama Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM) dengan pihak ketiga PT. Cemerlang Langit Jaya untuk pengelolaan lapangan golf tersebut sudah ditetapkan sejak awal Februari lalu. Kondisi ini menimbulkan dugaan ketidaksanggupan pihak ketiga menjalankan Perjanjian Kerjasama Operasional (KSO) yang telah ditandatangani.

Diketahui sebelumnya, sejak ditetapkan pemenang tender KSO pihak ketiga PT. Cemerlang Langit Jaya pada Senin 1 Februari 2021 lalu, hingga saat ini belum juga ada manajemen pengelolaan. Dari penelusuran kupasmerdeka.com, kondisi lapangan golf milik Kementerian Kesehatan RI tersebut nampak terbengkalai hingga hari ini.

Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, PT. Cemerlang Langit Jaya belum memenuhi kewajibannya dalam KSO yang telah ditetapkan.

Beberapa sumber yang ditemui KM mengungkap bahwa nilai KSO antara RSJMM dengan PT. Cemerlang Langit Jaya sebesar Rp720 juta, yang seharusnya dibayarkan maksimal 2 hari setelah ditandatangani. Namun, kabarnya kewajiban itu belum juga terpenuhi.

“Ya seharusnya sudah dibayarkan nilai kontrak KSO antara RJMM dengan PT. Cemerlang Langit Jaya, namun hingga sekarang belum juga,” ungkap sumber.

Advertisement

“Bahkan sekarang ini lapangan golf BGC tidak ada yang mengurus, semua terbengkalai,” tambahnya.

Berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 115 tahun 2020, dalam pengelolaan aset negara, pihak ketiga yang sudah menandatangani KSO dengan pihak pemegang kuasa kelola, dalam waktu maksimal 2 X 24 jam harus segera melaksanakan kewajiban sesuai dengan ketentuan dan aturan pengelolaan yang disepakati.

Sesuai peraturan tersebut, lantaran masa waktu maksimal sudah lewat, maka pihak ketiga gugur dan RSMM selaku pemegang kebijakan harus dengan segera bertindak dengan mekanisme aturan yang ada, agar aset negara tersebut tidak terbengkalai seperti saat ini.

Sementara itu, Direktur Perencanaan, Keuangan Dan Barang Milik Negara, yang juga menjabat Ketua Panitia Lelang Evi Nursafinah, tidak merespon awak media perihal pengelolaan lapangan golf itu.

Begitu pula dengan manajemen pihak ketiga PT. Cemerlang Langit Jaya hingga berita ini ditayangkan enggan merespon awak media, dan di lokasipun tidak ada sama sekali perwakilannya.

Terpisah, manajemen pihak ketiga sebelumnya PT. Ekas Jayasri Parama hingga berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: