Human Error? Lelang Proyek di PUPR Bengkulu Selatan Disinyalir Ada Rekayasa

Kantor Unit Layanan Pengadaan(ULP) Dinas PUPR Bengkulu Selatan
Kantor Unit Layanan Pengadaan(ULP) Dinas PUPR Bengkulu Selatan

BENGKULU SELATAN (KM) – Tidak dapat dipungkiri lagi, bak pepatah mengatakan, sepandai-pandai tupai melompat, suatu saat akan jatuh juga. Walau sepandai apapun ingin menyembunyikannya, aroma bangkai yang sangat menyengat akhirnya akan tercium dengan sendirinya.

Itulah yang teringat ketika menelisik tender proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021 berupa rehabilitasi jaringan irigasi D.1 Air Nipis Lubuk Langkap. Kalau dilihat dari lokasinya, sangat jauh dari perkotaan. Mungkin karena jarak jualah yang menggoda para kontraktor untuk mendapatkan proyek yang dianggap empuk tersebut.

Namun, di zaman yang sudah begitu canggih seperti sekarang ini, masih banyak para oknum ASN yang ingin mengelabui masyarakat atau para kontraktor lainnya agar salah satu tender proyek di Dinas PUPR oleh satuan Pokja ULP Bengkulu Selatan dijadikan ladang bisnis.

Misalnya, memenangkan salah satu perusahaan jasa konstruksi yang masih tersandung masalah dengan pengerjaan salah satu pasar di Desa Nanjungan, Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, tahun anggaran 2018 lalu. Menurut informasi yang dihimpun KM, CV. Sinar Akbar Utama belum mengembalikan tuntutan ganti rugi (TGR) atas masalah pada proyek tersebut.

Seorang pengguna Facebook yang memposting lembaran kemenangan CV. Sinar Akbar Utama di lamannya mendorong awak media untuk mengkonfirmasi kebenaran dokumen yang diunggah tersebut dengan pihak POKJA ULP Bengkulu Selatan, Rabu 3/2 di gedung kantor POKJA.

Advertisement

Menurut pihak POKJA, hal tersebut “bukan disengaja, tapi human error.”

Menurut seorang pengamat yang enggan disebut namanya, informasi ini “sudah sangat jelas.”

“Sudah selayaknya dari pihak yang berkompeten itu untuk menelusuri permasalahan ini, karena di samping ada negatif, sifatnya ingin melakukan kecurangan,” kata dia.

“Berarti kalau di lihat nampaknya ini bukan yang utama dan yang pertama, dan yang sangat terburuknya lagi hal ini sudah menghambat roda pembangunan khususnya di Kabupaten Bengkulu Selatan yang sangat kita cintai ini,” tegasnya.

Masih menurut dia, dari pihak POKJA ULP Bengkulu Selatan sudah mengakui kesalahannya, dengan alasan salah input, tapi dari pemerintah juga, bukan sembarangan menempatkan para tim POKJA ULP di bagian panitia lelang proyek tersebut. “Tentunya sudah sangat militan dan bukan orang sembarangan,” tandasnya.

“Dan kalau kami lihat dari pihak media sudah sangat proaktif memberi informasi yang begitu layak untuk ditelusuri. Jadi kalau menurut kami dari pengamat, hal semacam ini jangan dibiarkan, kalau ini dibiarkan tidak akan ada jeranya bagi pelaku,” tegasnya.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: