Aktivis Minta Pemkab Bogor Tuntaskan Dugaan Pungli PTSL di Desa Sukaharja Ciomas

Ilustrasi pungli pada program PTSL
Ilustrasi pungli pada program PTSL

BOGOR (KM) – Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) di Kabupaten Bogor kini kembali menjadi perhatian publik setelah ada pihak-pihak yang membuat resah warga Desa Sukaharja, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang mematok biaya mencapai Rp2 juta per bidang tanah untuk disertifikasi.

Menyikapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa BEM STKIP Muhammadiyah Bogor, Hendi, meminta Bupati Bogor untuk memanggil Camat dan pihak-pihak yang meresahkan warga yang “diduga kuat” memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dalam program PTSL.

“Ya banyak pihak yang diduga memanfaatkan keuntungan belaka, dalam menjalankan program PTSL tersebut. Karena jelas berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, besaran biaya PTSL di wilayah Jawa dan Bali sebesar Rp150 ribu, dan juga Bupati Bogor juga sudah mengeluarkan surat keputusan dalam pembiayaan PTSL, menyebut biaya PTSL hanya Rp150 ribu,” ungkap Hendi kepada KM, Minggu 21/2.

Advertisement

Untuk itu, lanjut Hendi, pihaknya mendesak Bupati Bogor untuk menyelesaikan persoalan biaya PTSL tersebut, karena persoalan ini tidak sesuai program Karsa Maju. “Dan jangan membebani warga di situasi pandemi ini, yang justru makin mencekik warga,” pungkas Hendi.

Sementara Kepala Desa Sukaharja Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor enggan mengklarifikasi permasalahan dugaan pungli PTSL tersebut. Namun, ia malah meminta awak media menghapus berita tersebut, tanpa memberi penjelasan.

“Punten saya minta di hapus aja beritanya ya,” ujarnya kepada KM melalui pesan singkat.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*