2400 Hektar lebih Tanah Timbul Jadi Empang, Sebabkan Banjir Pantura Subang

Banjir di Jl. Pantura Pamanukan, Kabupaten Subang (dok. KM)
Banjir di Jl. Pantura Pamanukan, Kabupaten Subang (dok. KM)

SUBANG (KM) – Ribuan hektare tanah timbul di Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara dan sodetan Sungai Cipunagara di Desa Pangarengan Kecamatan Legonkulon yang sekarang menjadi empang, diduga menjadi penyebab banjir di Kecamatan Pamanukan, Legonkulon dan Pusakanagara. Hal itu menurut penilaian Hendrik, aktivis dan pemerhati lingkungan asal Pamanukan, saat ditemui wartawan Kamis 18/2 kemarin.

“Terjadinya banjir dari luapan dan jebolnya tanggul Sungai Cipunagara karena sekitar 2.400 hektar tanah timbul dan sodetan Sungai Cipunagara berubah menjadi empang,” ujar Hendrik.

Kata Hendrik, di ujung muara Sungai Cipunagara dulu itu hektaran tanah timbul sekarang sudah menjadi empang sehingga galengan empang menahan arus air dari Sungai Cipunagara yang berakibat banjir di hulu sungai yaitu di daerah Kecamatan Legonkulon, Pamanukan dan Cipunagara.

Advertisement

“Ratusan hektar tanah timbul berada di Dusun Galian dan Dusun Tanjung Jaya Desa Patimban Kecamatan Pusakanagara. Di Desa Pangarengan awalnya ada sodetan saluran dan sekarang sudah tertutup jadi empang masyarakat,” katanya.

“Karena arus air Sungai Cipunagara yang melalui sodetan, ataupun melalui tanah timbul sudah tertutup dengan galengan empang, sehingga saluran air menjadi jauh mencapai 10 km, ditambah datangnya air laut (rob) sehingga berdampak banjir ke pemukiman dan sawah masyarakat,” tambahnya.

Reporter: Lily MSR
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*