Warga Kritisi Pekerjaan Perbaikan Jalan di Desa Mukti Wari Cibitung, Soroti Sederet Kejanggalan

Kondisi proyek perbaikan jalan yang mengalami keretakan di Jalan raya CBL, Desa Mukti Wari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Kondisi proyek perbaikan jalan yang mengalami keretakan di Jalan raya CBL, Desa Mukti Wari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Proyek peningkatan jalan Wanasari-Pulo Puter Sejajar CBL masih menuai kekecewaan masyarakat kendati pihak kontraktor sudah mulai melaksanakan perbaikan terhadap jalan beton yang mengalami keretakan tersebut.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Bona Jati Mutiara senilai Rp7.543.000.000 dari APBD tahun 2020 Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) itu dinilai warga dikerjakan secara asal-asalan sejak awal.

“Pekerjaan itu asal-asalan, karena waktu proses pemadatan untuk pengecoran dengan item rigid beton, dasar tanah saja terlihat kopong tidak ada pengerasan juga,” ujar Bosir, seorang warga setempat kepada KM.

“Perlu diketahui, waktu proses pekerjaan tidak pernah memakai alat, melainkan secara manual. Mesin Wales dan alat berat yang lain untuk kebutuhan pekerjaan saja tidak pernah ada di lokasi, karena yang saya lihat cuma alat beko aja,” ujar Bosir kepada KM Sabtu 9/1.

Advertisement

“Untuk kegiatan bukan cuma hanya pengecoran jalan saja. Ada item sheet pile. Itu juga cara kerja sangat parah, waktu pemasangan tiang pancang beton terlalu terburu-buru dikarenakan ngejar progres batas waktu pengerjaan, dan sampai akhirnya sempat terjadi roboh pancangnya yang dekat sutet,” lanjutnya.

“Dengan kejadian seperti ini saya berharap agar Dinas tahu cara kerja kontraktor, karena untuk biaya perbaikan pekerjaan sangat besar nilainya sampai 7,5 milyar,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Wasdal Bidang PJJ, Prima, mengatakan bahwa pihaknya akan menegur pihak ketiga yang melaksanakan kegiatan.

“Makasih infonya bang, nanti akan saya tegur pihak ketiganya agar diperbaiki. Karena masih ada di dalam jaminan pemeliharaan,” kata Prima.

“Nanti kita tinjau ke lapangan […] Kalau untuk sanksi nanti saya komunikasikan ke pimpinan setelah peninjauan ke lapangan,” pungkasnya.

Reporter: Den
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: