Warga Cikeusal Keluhkan Lambatnya Proses Penerbitan Sertifikat Program PTSL

Ilustrasi sertifikat tanah (dok. KM)
Ilustrasi sertifikat tanah

SERANG (KM) – Program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dikeluhkan warga Kampung Cikeusal, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, karena lambat menerbitkan sertifikat yang diajukan warga.

Salah seorang warga berinisial AN (45) mengaku telah mendaftarkan atas nama Sarah sebagai peserta program PTSL pada tahun 2018 lalu. Namun, hingga kini dirinya belum menerima sertifikat PTSL tersebut.

“Padahal saya telah memenuhi semua persyaratan untuk mengikuti program PTSL. Awalnya membuat surat keterangan waris dan berkasnya masuk ke Pokja dan diteruskan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN),” tambahnya.

AN juga menanyakan ke pokja desa terkait sertifikat PTSL tersebut.

Advertisement

“Sudah dikasih ke BPN berkas-berkasnya. Tapi saat saya merapat ke BPN malah berkasnya juga masih di desa, kami bolak balik ke desa dan ke BPN tidak ada kejelasan,” ujarnya kepada KM kemarin 13/1.

Saat dikonpirmasi oleh wartawan KM, Epul dari satgas BPN menjelaskan bahwa keterlambatan sertifikat PTSL disebabkan karena banyak berkas-berkas pemohon tidak lengkap, sehingga dikembalikan ke desa untuk di lengkapi kekuranganya.

“Namun sekarang berkasnya entah keselip di mana,” kata Epul.

Reporter: Ade irawan
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*