Tertunggak Tagihan Rp1,5M, 3 Vendor INKA Madiun Gugat ke Pengadilan

(dok. KM)
(dok. KM)

MADIUN (KM) РSidang perdana gugatan perdata vendor terhadap PT. IMSS, anak perusahaan BUMN PT. INKA, digelar lagi di Pengadilan Negeri Madiun Kota, Jalan Kartini No. 7, Rabu 13/1. Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Nur Salamah, SH, beragendakan pembacaan materi gugatan yang hanya beberapa lembar oleh majelis hakim.

Pada kesempatan bertemu di satu ruang meja hijau itu, majelis hakim berulang kali menekankan kepada kedua belah pihak yang bersengketa untuk melakukan mediasi guna mencari titik temu terbaik.

Penggugat Sugito dan Widodo didampingi pengacaranya, Arifin P, SH, sedangkan tergugat Direktur Utama PT. IMSS, Kolik, duduk diapit dua pengacaranya, Joko, SH dan Wahyu, SH.

Seperti pengakuan pada sidang sebelumnya, Direktur Utama PT. IMSS, Kolik, bersikukuh pihak PT. IMSS sudah memenuhi kewajiban membayar semua vendor selaku mitra kerjanya.

Penjelasan itu langsung disahut dengan suara keras Sugito, “Yang saya tagih itu yang belum dibayar. Bukan yang sudah dibayar,” ujarnya.

Sementara Humas PT. INKA Madiun, Bambang R., yang dihubungi jurnalis secara terpisah menjelaskan, pada intinya PT. INKA hanya berkewajiban membayar vendor langsungnya saja.

Jika vendor tersebut mensubkan lagi pekerjaannya kepada sub vendor, menurut Bambang R., maka sub vendor menjadi tanggung jawab vendor utamanya.

Advertisement

“Bisa jadi vendor utama (diumpamakan A) sudah dibayar (oleh PT. INKA), namun sengaja menahan pembayarannya kepada sub vendor (diumpamakan B). Nah sub vendor (B) itu tanggung jawab vendor utama (A),” jelas Bambang menjawab secara tertulis.

Bambang menambahi, bisa pula vendor utama (A) memang belum dibayar, lantaran tidak tercapainya spesifikasi pekerjaan proyek.

Usai persidangan, dua penggugat, Sugito dan Widodo, mengaku kerja sama dengan PT. IMSS terkait pengerjaan berbagai jenis proyek di lingkungan PT. INKA sejak kisaran tahun 2017.

Waktu itu, menurut keduanya, semua pembayaran atas proyek yang dikerjakan berjalan lancar.

“Namun sejak Dirut PT. IMSS dijabat Kolik, permasalahan mulai timbul. Kami berdua masing masing belum dibayar sebesar Rp500 juta. Jadi total Rp1 miliar. Jika ditambah lagi dengan uang Pak Sunarto (vendor yang disidang sebelumnya) Rp500 juta, maka semuanya menjadi Rp. 1,5 miliar,” ungkap Sugito dibenarkan Widodo.

Sidang yang berlangsung terbuka dan singkat itu ditutup Ketua Majelis Hakim, Nur Salamah, yang akan melanjutkan pada Rabu 20/1, dengan pesan agar pihak terkait segera bermediasi sebaik mungkin.

Reporter: fin
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*