Sheet Pile di Jalan Raya CBL Cibitung Longsor, Aktivis Desak Kejari Kabupaten Bekasi Gedor PT Bona Jati Mutiara

Longsor di Jalan raya CBL, Desa Mukti Wari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi (dok. KM)
Longsor di Jalan raya CBL, Desa Mukti Wari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi (dok. KM)

BEKASI (KM) – Keretakan pada lokasi kegiatan rigid beton tiga hari yang lalu diduga memiliki penyebab yang sama dari longsor pada sheet pile di Jalan Raya CBL Desa Mukti Wari, Kacamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi.

Longsornya tiang pancang sheet pile membuat sebagian masyarakat berpikir bahwa konstruksi yang dikerjakan oleh PT Bona Jati Mutiara selaku kontraktor itu dikerjakan secara asal-asalan.

“Gimana tidak terjadi longsor, dari cara sistem kerjanya saja terlalu terburu-buru, sudah gitu terlihat asal jadi lagi pemasangan tiang pancangnya, sebelumnya juga pernah kejadian longsor ketika sudah mendekati akhir tahun, memang tidak terlalu parah seperti yang sekarang ini,” kata Bosir, seorang warga setempat, kepada KM Minggu 10/1.

Ia pun mengatakan bahwa pada tahap pengecoran rigid beton, tanah tidak dilakukan pemadatan dengan memakai mesin wales, sehingga dasar tanahnya masih labil. “Sedangkan untuk item sheet pile mereka tidak membuat penahan dinding pancang, dan akhirnya terjadilah longsor,” jelas Bosir.

Semantara itu, kepala seksi (Kasi) wasdal PJJ Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kabupaten Bekasi, Prima, mengaku bahwa permasalahan ini “sudah saya teruskan ke pimpinan, segera kita akan melakukan peninjauan ke lapangan.”

Advertisement

Menanggapi rentetan peristiwa ini, Ketua Komunitas Peduli Bekasi (KPB) Yanto Purnomo meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi segera mengusut kegiatan tersebut.

“Karena ini sudah ada dugaan indikasi korupsi, coba saja perhatikan kualitas hasil pembangunannya belum sampai setahun sudah rusak kembali. Makanya dari itu Kejaksaan dan aparat terkait harus segera mengaudit hasil proyek yang dikerjakan PT Bona Jati Mutiara,” ucap Yanto kepada KM, Senin 11/1.

Menurut dia, jika bahasa pihak dinas berdalih masih ada masa pemeliharaan, itu “salah besar”.

“Masa pemeliharaan dilakukan jika kerusakan yang ditimbulkan merupakan faktor ketidaksengajaan, seperti mobil melebihi tonase lewat jalan yang baru dibangun, nah itu baru bisa dikatakan masih ada masa pemeliharaan, sedangkan kualitas jalan itu belum sama sekali dilewati,” ketus Yanto.

“Dengan itu, saya mendesak Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi segera mengambil langkah cepat, mengusut dugaan penyimpangan pada proyek yang dikerjakan kontraktor PT Bona Jati Mutiara, karena nilainya sangat besar 7,5 milyar lebih. Itu uang negara. Jadi Kejaksaan wajib turun tangan ketika ada dugaan penyimpangan anggaran,” tegasnya.

Reporter: Den
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: