Rincian Anggaran RS Lapangan Kota Bogor Dipertanyakan

Peresmian RS Lapangan Kota Bogor, Senin 18 Januari 2020 (dok. KM)
Peresmian RS Lapangan Kota Bogor, Senin 18 Januari 2020 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Lapangan Kota Bogor, yaitu program Pemerintah Kota (Pemkot) menyulap gedung Wisma Atlet di kawasan GOR Pajajaran menjadi sarana terpadu dalam penanganan pasien covid-19 yang diresmikan pada Senin 18 Januari 2020 kini menuai tanda tanya publik.

Diketahui, RS lapangan ini berada di bawah koordinasi RSUD Kota Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Anggaran yang digunakan untuk membangun RS lapangan didapat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Dirut RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir memaparkan, mulanya Pemkot Bogor memiliki pilihan lain dalam membangun sarana kesehatan tambahan untuk penanganan covid-19, yakni membangun rumah sakit darurat dan menaikkan kelas pelayanan beberapa puskesmas. Namun pilihan itu tak diambil lantaran dinilai tak efisien.

“Jadi kami dapatkan anggaran Rp20 miliar. Dan anggaran itu akan kami maksimalkan seefektif dan efisien mungkin,” ungkap Ilham.

RS Lapangan diketahui memiliki ruang perawatan pasien covid-19, dan gedung berlantai tiga tersebut dibagi dengan total 68 tempat tidur. Lantai dasar akan digunakan menjadi IGD, lantai 2 menjadi tempat perawatan khusus pasien perempuan, dan lantai 3 khusus laki-laki.

Advertisement

Sedangkan untuk lab PCR test, RS Lapangan tetap menginduk ke RSUD Kota Bogor. Terkait sistem operasional rumah sakit, pihak RSUD bersama Dinas Kesehatan telah merumuskan struktur kerja.

Namun, faktanya, hingga hari ini transparansi secara rinci penggunaan anggaran tersebut tidak terbuka secara detail kepada publik, dari pembangunan fisik, pengadaan alat kebutuhan RS dan lain-lain.

Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr. Ilham Chaidir mengatakan bahwa perihal anggaran, sebaiknya ke pejabat pembuat komitmen (PPK) dari BPBD.

“Ya ke Pak Ari, PPK dari BPBD, dana dari BNPB, akan lebih akurat,” tegas Ilham.

Senada juga disampaikan Kepala BPBD Kota Bogor Priyatnasyamsah mengatakan, perihal anggaran RS Lapangan Kota Bogor “sebaiknya ke Kepala Seksi saja.

“Ya ke kepala seksi saja, ke Pak Ari,” jelas Priyatnasyamsah.

Hingga berita ini di tayangkan, Kepala Seksi BPBD Ari belum merespon awak media.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*