Punya Riwayat Darah Tinggi, Sekda Lampung Utara Batal Divaksin

Kepala dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Dian (dok. KM)
Kepala dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Dian (dok. KM)

LAMPUNG UTARA (KM) – Penyuntikan vaksin di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, akan dilakukan pada awal Februari mendatang. Menurut informasi, orang yang pertama yang akan dilakukan penyuntikan vaksin adalah Sekretaris Daerah lantaran Bupati belum memenuhi syarat untuk melakukan suntik vaksinasi. Namun ternyata Sekda pun belum memenuhi kriteria sebab ada beberapa faktor yang tidak memungkinkan untuk dilakukannya penyuntikan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan dr. Dian mengatakan bahwa Sekda belum memenuhi syarat untuk divaksinasi karena sebelum dilakukannya penyuntikan medis, dilakukan pengecekan kesehatan dahulu, seperti apakah ada gangguan jantung, diabetes dan lainnya.

“Sekda bukan orang pertama karena ada riwayat darah tinggi, bisa jadi nanti wakil Sekda atau bahkan Kapolres orang pertama yang akan dilakukan suntik vaksin,” ujarnya.

Dr. Dian menjelaskan juga bahwa vaksinasi dilakukan tidak sembarang, dan harus melalui proses dulu seperti usia yang harus memenuhi syarat 18-59 tahun, ibu hamil dan usia lanjut tidak diwajibkan untuk melakukan penyuntikan vaksinasi. Adapun suntikan vaksinasi diklaim aman digunakan. “Sebab sudah dilakukan uji coba dulu sebelumnya, jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan keamanannya tersebut,” katanya.

Advertisement

“Karena faktor medsos banyak masyarakat awam yang takut tapi menurut saya kita kan patokannya pemerintah, bahwa sudah disampaikan vaksinasi ini sudah aman karena sudah diuji klinis oleh beberapa penelitian,” katanya.

Jenis vaksin yang akan dilakukan tahap pertama yaitu Sinovac, ada 100 ribuan dosis. Tidak ada perbedaan jenis vaksin yang akan diberikan kepada pemerintah maupun masyarakat umum. Khusus di Lampung Utara ada 27 puskesmas dan 2 rumah sakit yang menangani, yaitu RS Handayani dan RS Ryacudu.

“Untuk masyarakat Lampung Utara yang nanti sudah melakukan vaksinasi tetap harus melakukan protokol kesehatan, sebab penyuntikan yang dilakukan ini hanya melindungi atau mencegah, bukan untuk mengobati virus corona. Harus tetap pakai master, bahkan sekarang ada 5M: Mencuci tangan, Memakai master, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Mengurangi mobilitas,” pungkasnya.

Reporter: imron
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*