Pengamat: “Hanya 4 Tahun Penjara, Tuntutan JPU Terhadap Pinangki Terlalu Ringan, Harusnya 20 Tahun”

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie

JAKARTA (KM) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Tipikor Jakarta melayangkan tuntutan kepada terdakwa penerima suap Jaksa Pinangki selama 4 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan dalam persidangan pada Senin 11/1.

Pinangki dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp6,6 miliar dari kasus Djoko Tjandra yang menyebabkan kerugian uang negara hingga triliunan rupiah.

Dari hasil itu diduga Pinangki menggunakan hasil suap tersebut untuk membeli mobil BMW X-5, membayar dokter kecantikan di Amerika Serikat, menyewa apartemen atau hotel di New York, membayar tagihan kartu kredit, serta membayar sewa dua apartemen di Jakarta Selatan.

Advertisement

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyebutkan bahwa tuntutan tersebut terlalu ringan karena kasus Pinangki termasuk dalam extraordinary corruption.

“Saya menilai tuntutan yang diberikan kepada Pinangki terlalu ringan atau tidak sebanding dengan kasusnya,” ujar Jerry Massie kepada RiauNews melalui pesan WA, Rabu 14/1.

Seharusnya dengan kerugian triliunan uang negara, bisa saja tuntutannya 20 tahun penjara dan paling sedikit 8 tahun penjara.

Jerry membandingkan kasus Pinangki dengan kasus politisi Demokrat Angelina Sondakh yang divonis 17 tahun penjara. “Vonis paling pas untuk Pinangki adalah 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Marsono
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: