Pemkot Bogor Akan Gandeng Forkopimda dan DPRD untuk Ambil Alih Pengelolaan Pasar TU

Pasar Induk Kemang alias Pasar TU di bilangan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)
Pasar Induk Kemang alias Pasar TU di bilangan Tanah Sareal, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan DPRD Kota Bogor segera melangkah untuk melakukan upaya pengambilalihan terhadap Pasar Teknik Umum (Pasar TU) Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan Kabag Hukum dan HAM Setda Kota Bogor Alma Wiranta.

“Perihal permasalahan Pasar TU, upaya secara musyawarah Pemkot Bogor sudah dilakukan, kami sudah mencoba melakukan mediasi, dan memanggil PT. Galvindo Ampuh, namun tidak ada itikad baik dari perusahaan tersebut,” ungkap Alma kepada kupasmerdeka.com, Jumat 9/1 malam.

“Ya kami (Pemkot) sudah 7 kali [memanggil] PT. Galvindo Ampuh melalui kuasa hukumnya, tapi sama sekali tidak ada itikad yang baik,” tambah Alma.

Alma juga menyampaikan, awal mula adanya gugatan perdata dari PT. Galvindo Ampuh berakar dari perjanjian antara Pemkot Bogor dengan PT. Galvindo Ampuh untuk mengelola Pasar TU. Perjanjian tersebut berlaku dari tahun 2001 sampai dengan 2007. “Lalu di tahun 2015 ada SK Wali Kota Bogor untuk mengelola Pasar TU, di sinilah mulai adanya gejolak hingga gugatan perdata dari PT. Galvindo Ampuh,” katanya.

Advertisement

“Merujuk ke belakang, perjanjian kerjasama yang berakhir di tahun 2007 tersebut, seharusnya Pasar TU sudah diambil alih Pemkot Bogor,” jelas Alma.

Namun, lanjut Alma, kala itu (2007) belum ada perangkat daerah Kota Bogor yang konsisten dalam pengelolaan pasar, hingga berlarut terus, sampai pada akhir terbentuklah PD. Pasar, yang sekarang sudah menjadi Perumda PPJ, sebagai BUMD Kota Bogor yang fokus dalam pengelolaan pasar.

“Intinya sekarang ini pasca putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat yang memutuskan hak pengelolaan Pasar TU dikembalikan kepada Pemkot Bogor, Pemkot akan segera bersama Forkompinda dan DPRD Kota Bogor, untuk sama-sama bergerak mengambil kembali Pasar TU,” tegasnya.

“Dengan langkah dan upaya yang tetap menjaga kondusifitas, apalagi di masa pandemi saat ini. Andaipun masih ada proses hukum yang masih dilakukan PT. Galvindo Ampuh, itu sah-sah saja, yang sah sekarang ini ada LO [legal opinion – pandangan hukum] yang menyatakan pengelolaan diserahkan kepada Pemkot Bogor,” pungkas Alma.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: