Masih Sering Longsor dan Sebabkan Kemacetan, Warga Mekarwangi Minta Pemkot Bogor Segera Realisasikan Janji

BOGOR (KM) – Warga Wilayah Kp. Setu Asem RT 02/RW 14 Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, sudah seringkali mengalami bencana longsor di setiap musim penghujan.

Namun sangat disayangkan, hingga saat ini Pemerintah Kota Bogor seolah tutup mata dengan kejadian tersebut dan hanya memberikan janji-janji yang tak kunjung direalisasikan kepada warga untuk segera mengatasi masalah yang sudah sering terjadi tersebut.

Subarno, Ketua RT 04/RW 14 Kelurahan Mekarwangi, saat disambangi oleh kupasmerdeka.com mengatakan bahwa longsor sudah sering terjadi sejak 4 tahun yang lalu. “Kita sudah mengajukan sebelum adanya wabah covid-19. Tapi sampai saat ini belum juga terealisasikan,” ujar Subarno.

“Saya juga sangat khawatir kalau ada penghujan datang lagi pasti akan berdampak longsor lagi. Karena jalan aspal pun sudah tidak ada lagi penyanggah tahanan. Sama juga dengan rumah Ibu Dede yang rumahnya kurang lebih hampir 4 meter terbawa longsor,” terangnya.

“Saya mewakili dari pada masyarakat, juga rumah yang terdampak longsor, coba untuk Pemerintah tolong diperhatikan dengan keadaan sekarang ini, yang saya khawatirkan semakin lama dibiarkan akan semakin parah. Apalagi lokasi ini jalur alternatif yang menghubungkan Cilebut-Kayu Manis Kota Bogor itu mengalami kemacetan disaat jam berangkat kerja maupun pulang kantor,” lanjut Subarno.

Advertisement

Yani, penghuni salah satu rumah yang terdampak longsor mengutarakan harapannya agar segera datang bantuan dari pemerintah.

“Saya sih ingin agar segera datang bantuan dari pemerintah, bukan hanya janji, padahal ini longsoran sudah lama juga hampir kurang lebih 4 tahun tapi sampai saat ini mana tidak ada sama sekali bantuan dari pemerintah,” ungkapnya.

Dari pantauan kupasmerdeka.com di lokasi tersebut, kondisinya sudah sangat memprihatinkan, ditambah lagi dengan akses jalan yang semakin kecil bisa menyebabkan macet total dan empat rumah lainnya terancam longsor susulan di kampung tersebut.

Reporter: Budi
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: