Lampung Utara Masuk Zona Merah, ini Tanggapan IDI

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampura, dr. Sri Haryanti
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampura, dr. Sri Haryanti

LAMPUNG UTARA (KM) – Penetapan zona merah penyebaran covid-19 di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), terutama penambahan kasus dalam 2 minggu terakhir, tergolong tidak terkendali.

Menanggapi hal itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampura, dr. Sri Haryanti, mengatakan bahwa IDI Lampura terus berkoordinasi dengan gugus tugas covid-19, agar tetap meningkatkan 3 T (tracing, testing dan treatment).

“Serta melakukan pemeriksaan dan menemukan kasus untuk selanjutnya dapat dilakukan penanganan,” ujar Sri kemarin 19/1.

Sri menjelaskan, yang perlu ditingkatkan adalah langkah pencegahan untuk menekan angka penularan. Misalkan pembatasan atau pelarangan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan, mendata kembali pelaku-pelaku perjalanan khususnya dari zona merah atau dari daerah dengan transmisi lokal.

Advertisement

IDI juga mengusulkan kepada gugus tugas agar mempertimbangkan kembali rencana untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka bagi siswa.

Selanjutnya, protokol kesehatan yaitu dengan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) harus tetap dilaksanakan dengan disiplin dan konsisten.

“Selain itu juga melalui anggota IDI, agar terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang covid-19, agar dapat memutus rantai penularan covid-19,” pungkasnya.

Reporter: imron
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*