Ketua PGRI Tanjungbalai Demisioner Diminta Berikan Laporan Pertanggungjawaban yang Utuh

Ahmad Junaidi selaku Ketua Steering Committee (SC) Konferensi PGRI ke XXII Tahun 2020 (dok. KM)
Ahmad Junaidi selaku Ketua Steering Committee (SC) Konferensi PGRI ke XXII Tahun 2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kota Tanjungbalai periode 2017-2020 dituding mengangkangi Anggaran Rumah Tangga/ART organisasi tersebut karena lambat mengajukan laporan pertanggungjawaban secara utuh selama menjabat 3 tahun, sehingga melewati batas 15 hari penyelesaian.

Sebelumnya, pada 12 Desember 2020 lalu, telah dilaksanakan Konferensi Kota (KONKOT) yang ke-XXII di Gedung IPHI Kota Tanjungbalai. Konferensi berjalan alot dengan tingginya antusiasme peserta guru-guru dalam menyampaikan hak suara tanggapan dan pilihan dalam memilih Ketua yang baru.

Dengan berjalannya Konferensi dan menetapkan Formatur kepengurusan PGRI periode 2020-2025, menandakan bahwa laporan pertanggungjawaban PGRI yang lama telah diterima oleh para peserta. Akan tetapi ada bagian laporan yang belum utuh disampaikan. Secara ART PGRI, bagian laporan yang tidak utuh tersebut dapat disampaikan oleh kepengurusan yang lama pada waktu konferensi telah selesai dilaksanakan, agar ke depan dapat disempurnakan dengan lengkap. Namun hal itu juga diatur berapa lama batas waktunya, yaitu sampai 15 hari setelah konferensi dilaksanakan.

Menyikapi persoalan, Ahmad Junaidi selaku ketua steering committee (SC) konferensi tersebut menyampaikan bahwa sebaiknya kepengurusan PGRI yang lama kembali kepada ART dalam menyelesaikan laporan pertanggungjawaban PGRI Periode 2017-2020 tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan yang dapat menyebabkan mosi tidak percaya di kalangan anggota PGRI yang ada di Tanjungbalai saat ini.

“Memang pada saat Konferensi kota (KONKOT) PGRI yang ke XXII telah dinyatakan Demisioner, karena laporan pertanggungjawaban kepengurusan yang lama telah diterima oleh peserta yang hadir. Akan tetapi laporan yang tertuang dalam materi Konferensi itu hanya sebatas uraian kegiatan beberapa lembaran buku kas selama 3 tahun, sehingga hal ini belum menjadi tolok ukur laporan yang memadai. Maka pengurus lama wajib memenuhi apa yang menjadi kewajiban mereka pada peraturan yang terkait, sehingga semuanya terlihat jelas dan akuntabel. Karena jika tidak cepat diketahui oleh kepengurusan PGRI yang baru, bisa menyebabkan kegaduhan dan mosi tidak percaya,” ujarnya.

Lanjutnya lagi, penetapan perubahan hasil formatur bagian bendahara yang lama pada Konferensi Kota/KONKOT PGRI ke XXII untuk dijadikan bendahara yang baru di formatur kepengurusan di bawah kepemimpinan Sri Gunawan terkesan dipaksakan oleh ketua yang lama untuk menutupi kelemahannya.

Advertisement

“Ada hal yang mengganjal untuk penetapan bendahara yang lama untuk dipertahankan menjadi bendahara di kepengurusan yang baru. Tentunya keanehan ini berkaitan pada laporan pertanggungjawaban kepengurusan lama yang belum tuntas sampai saat ini. Padahal kita ketahui bersama dari hasil penetapan formatur pertama pada KONKOT PGRI ke XXII, harusnya Bapak Setiadi selaku sekretaris dari kepengurusan yang lama menjadi bendahara. Akan tetapi hal ini diduga dipaksakan oleh ketua yang lama,” ungkapnya.

Namun, ia “sangat apresiasi” atas pengabdian yang dilakukan kepengurusan PGRI yang lama periode 2017-2020. “Maka dari itu tentunya saya menilai mereka sangat paham dengan segala sesuatu aturan yang tertuang di Anggaran Dasar dan ART PGRI,” katanya.

“Makanya saya berharap situasi saat ini dapat berjalan secara kondusif. Apalagi kita ketahui PGRI periode 2020-2025 di bawah kepemimpinan bapak Sri Gunawan telah melakukan konsolidasi kepada beberapa pihak pemangku jabatan di antaranya Wali Kota, DPRD dan Dinas Pendidikan. Jangan sampai terjadi riak sana dan riak sini, karena saya khawatir jika ada di antara keanggotaan yang kritis menyoroti persoalan ini, maka secara hak anggota mereka bisa melaporkan sampai pada ranah hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, secara terpisah kepada awak ketua PGRI terpilih Sri Gunawan berharap kepada seluruh anggota dapat bersikap tenang dan menjaga wadah ini agar tetap setabil.

“Maka saya mengajak agar anggota tetap menjaga komunikasi yang baik kepada kepengurusan yang lama. Jangan sampai adanya cercaan yang timbul ditengah situasi saat ini. Tetap kita Apresiasi pengabdian PGRI yang lama dan tetap menunggu agar mereka dapat menuntaskan laporan pertanggungjawaban itu secara utuh,” jelasnya.

Sementara itu, Arifin, Ketua PGRI periode 2017-2020 ketika dikonfirmasi awak media pada Selasa 26/1 soal laporan pertanggungjawaban, memilih untuk bungkam.

Reporter: Gus
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: