Pemkot Bogor Terapkan Standar Baru Kebersihan Hingga Kelestarian Lingkungan bagi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Wali Kota Bogor Bima Arya kembali mengingatkan bahwa pandemi covid-19 adalah “ujian bagi keimanan, kebersamaan dan kepemimpinan”. Hal itu ia sampaikan kepada para peserta Bimtek Pedoman Pengawasan Pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE) di Kota Bogor kemarin 1/12.

“Kondisi yang ada masih berat, di sisi lain ekonomi harus berjalan dan di sisi lain covidnya naik, sementara kepedulian warga semakin rendah. Bicara keimanan, masih banyak yang tidak percaya covid-19 itu ada, bahkan ada yang menganggapnya konspirasi. Bicara kebersamaan, masih banyak yang saling menyalahkan dan bicara kepemimpinan, tidak semua berani berada di depan, banyak yang memilih rebahan,” kata Bima Arya di acara yang digelar di Hotel Pajajaran Suites BNR, Bogor Selatan.

“Saat ini langkah yang diambil harus jelas. Testing, tracing dan treatment sebagai upaya untuk mencegah penyebaran dan penularan covid-19. Dinkes Kota Bogor dan aparatur wilayah diminta untuk memaksimalkan tracing,” katanya.

“Perlakuan kita sama untuk semua, baik warga maupun tokoh. Kesehatan dan keselamatan, clear. Upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dimaksudkan agar jangan sampai semua terpuruk, roda ekonomi dijaga dan diseimbangkan dengan kesehatan. Kemarin ada bantuan PEN dan hibah pariwisata untuk memastikan 2 hal, yaitu protokol kesehatan berjalan dan roda ekonomi juga bisa berjalan. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa, Insya Allah dengan keimanan, kebersamaan dan kepemimpinan kita bersama, kita bisa melewati fase yang tidak mudah ini,” paparnya.

Advertisement

Bimtek Pedoman Pengawasan Pelaksanaan CHSE yang dilaksanakan selama dua hari itu diikuti para lurah, camat, pejabat struktural, kepala UPTD Puskesmas serta pihak terkait lainnya. Acara ini dimaksudkan sebagai transfer pengetahuan kepada semua pihak terkait pengawasan penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Kepala BKPSDM Kota Bogor, Taufik, menjelaskan bahwa bimtek itu dilaksanakan agar semua pihak terkait mengetahui pedoman dan SOP pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE, meningkatkan kompetensi ASN dan mempermudah serta memperlancar tugas pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE.

“Program CHSE merupakan salah satu strategi menghadapi masa Adaptasi Kebiasaan Baru di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan,” tuturnya.

CHSE juga kata Taufik menjadi pedoman wisatawan untuk menentukan destinasi wisata yang ditujunya.

“Kunci sukses pulihnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah dengan penerapan standar protokol kesehatan secara disiplin dan ketat,” pungkasnya.

Reporter: zebua
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*