Legislator Sumut Kecewa Pintu Pengendali Banjir di Tanjungbalai tidak Berfungsi Maksimal

Editor: HJA Ahmad Hadianm anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (bertopi putih) ditemani warga saat meninjau daerah banjir di Sei Dua Hulu, Tanjungbalai, Selasa 14/12/2020 (dok. KM)
Editor: HJA Ahmad Hadianm anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (bertopi putih) ditemani warga saat meninjau daerah banjir di Sei Dua Hulu, Tanjungbalai, Selasa 14/12/2020 (dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Waktu reses pertama dalam sidang kedua anggota legislatif DPRD Sumatera Utara dimanfaatkan oleh politisi PKS Ahmad Hadian dengan meninjau lokasi banjir yang ada di Tanjungbalai, Selasa 16/12.

Setelah selesai acara jemput aspirasi di gedung IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) yang terletak di Jalan Gaharu Tanjungbalai, dengan ditemani oleh ketua DPD PKS Kota Tanjungbalai Muhammad Syukur ia beserta rombongan menyisir lokasi banjir yang ada di sekitar Sungai Dua Kota Tanjungbalai sampai ke titik terparah banjir yang terletak di Sungai Dua Hulu, Asahan.

Ahmad Hadian ditemani kepala dusun Sungai Dua Hulu, Dedi, menyambangi penduduk yang terkena dampak banjir dan mendatangi tanggul yang dijebol masyarakat di sana serta mendatangi pintu air pengendali banjir yang tidak beroperasi.

Menurut Dedi, masyarakat menjebol tanggu karena desa mereka sudah digenangi air setinggi semeter. Setelah di jebol, volume air pun berkurang.

Advertisement

“Kami menjebol tanggul ini karena mesin pemompa air tidak berfungsi. Desa kami terendam. Setelah kami jebol, volume air sangat jauh berkurang,” jelasnya.

Mendengar hal ini, Ahmad Hadian dari Komisi B meminta kepada kepala dusun untuk menemaninya ke pintu air pengendali banjir.
Benar saja, lima mesin pompa air tidak berfungsi. Menurut penjaga yang tidak mau menyebutkan namanya, pompa air tidak mereka hidupkan karena ada instruksi dari atasan mereka agar jangan menghidupkan mesin.

“Ini benar benar sudah tidak masuk akal. Pompa pengendali banjir ini dibuat untuk mengendalikan banjir. Agar masyarakat sekitar tidak terkena banjir. Saya akan meminta kawan kawan di DPRD Provinsi komisi D untuk turun memantau ini. Bila penting, dana proyek ini diperiksa,” pungkas Hadian.

Reporter: Hanif/Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*