KUPAS KOLOM: Jangan Bikin Malu Khonghucu

Andrei Angouw (dok. RMOL)
Andrei Angouw (dok. RMOL)

Oleh Kristan, Founder Generasi Muda Khonghucu Indonesia (GEMAKU)

Mendengar ko Andrei Angouw telah memenangkan kompetisi pemilihan Wali Kota Manado, sebagai sesama ‘daoqin’ alias saudara seagama Khonghucu hati saya bergembira sekali dan ikut bangga. Sebagai aktivis perdamaian dan lintas agama saya juga merasa begitu cinta Manado karena betul-betul Pancasilais dimana mereka betul-betul dewasa dalam berpolitik. Mereka tidak peduli seorang pemimpin berlatar belakang apapun selama mereka anggap baik, maka mereka akan memilihnya sebagai pemimpin mereka.
Selamat untuk Manado yang begitu Indonesia secara integritas untuk pencapaian ini.

Pagi ini Dahlan Iskan menulis dengan judul Ujian Khonghucu, di akhir tulisannya Dahlan Iskan menyatakan, “Banyak pejabat yang mempermalukan agama dan partainya. Agama apa saja. Partai mana saja. Kecuali agama Khonghucu, karena baru kali ini orang Khonghucu mendapat ujian berat: menjadi pejabat publik”. Pendapat Abah Dahlan sangat tepat, bahkan tidak lama lagi sahabat saya yang seperti Semar; Jaya Suprana bukan tidak mungkin akan memberikan rekor MURI untuk ko Andrei.

Saya sebagai rohaniwan Khonghucu dan Ketua Umum Generasi Muda Khonghucu Indonesia (GEMAKU) tentunya sekali lagi ingin mengucapkan selamat kepada ko Andrei Angouw atas semua pencapaiannya yang telah ikut membawa nama baik Khonghucu.

Namun jika ko Andrei Angouw tidak amanah dan bahkan sebagai pejabat justru melakukan korupsi seperti hobi yang lagi trend dilakukan oleh banyak pejabat belakangan ini, maka GEMAKU akan terdepan menuntut ko Andrei untuk segera mempertanggungjawabkan sebaik-baiknya, jangan sampai seperti kata Dahlan dimana ko Andrei justru tidak lulus ujian dan malah mempermalukan Khonghucu.

Sedikit saran untuk ko Andrei; Kita orang Khonghucu selalu memegang prinsip “apa yang diri sendiri tiada inginkan jangan pernah diberikan kepada orang lain”. Jadilah pemimpin yang seperti Bintang Utara, menjadi contoh teladan baik bagi bintang-bintang di sekelilingnya. Pemimpin itu ibarat kapal sementara rakyat ibarat air, air bisa membawa kapal berlayar namun juga bisa menenggelamkan kapal. Hakikat memimpin itu memberi teladan, jika pemimpinnya lurus maka siapa yang berani berbuat tidak lurus. Sebagai pemimpin saya secara pribadi tetaplah bersahaja dan ‘chengli’, apalagi saya dengar ko Andrei juga cukup kaya dengan harta hampir 300 miliar, tentunya dengan keadaan ini korupsi harusnya menjadi barang yang tidak menarik bagi koko.

Advertisement

Terakhir ada lagi sedikit wejangan dari ‘nabi’ kita Kongzi, orang yang sudah memiliki kerbau maka tidak layak lagi meributkan seekor kambing, orang yang sudah memiliki kambing maka tidak layak lagi meributkan seekor ayam. Luruslah terus seperti Guan Gong memimpin Jingzou, adillah seperti Raja Yao dan Sun memimpin Tiong Goan. Jadilah politisi yang berkebajikan sehingga mampu mewujudkan masyarakat ‘Kebersamaan Agung’ yang menjadi cita-cita kaum Khonghucu; merawat janda, yatim, balu dan yang sebatangkara, memberikan pendidikan yang baik tanpa memberatkan, membimbing bukan menyeret. Semoga Langit dan Bumi senantiasa memberkahi ko Andrei Angouw dalam memimpin Manado.

Jika ko Andrei tidak amanah maka GEMAKU akan tetap menjadi garda penyeimbang untuk menjadi yang pertama menggugat ko Andrei, jangan sampai euforia selamat dari teman-teman Khonghucu justru menjadi euforia membuat malu teman-teman Khonghucu.

Sekali lagi kita ini Khonghucu Indonesia dimana doktrin ajaran Khonghucu sangat jelas. Dimana kita tinggal dan lahir disitulah kita wajib mengabdi. Kita tidak ada urusan dengan negara lain. Karena kita Khonghucu Indonesia dan Indonesia Khonghucu. Shanzai!

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*