DLH Bogor Janji Segera Angkut Sampah Menumpuk di Pasar Parungpanjang

Potret sampah di Pasar Parungpanjang yang semakin menumpuk, Jumat siang 28/11/2020 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)
Potret sampah di Pasar Parungpanjang yang semakin menumpuk, Jumat siang 28/11/2020 (dok. Hari Setiawan Muhammad Yasin/KM)

BOGOR (KM) – Dari hari ke hari, sampah di Pasar Parungpanjang, Kabupaten Bogor, semakin menumpuk karena sudah berbulan-bulan tidak diangkut oleh armada pengangkut sampah dari UPT Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor.

Menurut pengakuan Ketua PD Pasar Tohaga Parungpanjang Erick Ibnu Affan, sejak pandemi covid-19, sampah menumpuk karena bukan hanya pedagang yang buang sampah, melainkan oknum masyarakat.

“Sejak pandemi covid-19 ini, pedagang saya kan sepi, akan tetapi sampah makin banyak, karena tidak mungkin kan sampah langsung turun dari atas, pasti dari luar yaitu dilakukan oleh oknum masyarakat, akhirnya PR nya kita yang ketempuhan, kita pun sudah kerjasama dengan DLH Kabupaten Bogor, namun sampai saat ini belum ada tanggapan,” tegas Erick Kamis siang 26/11 saat diwawancarai oleh wartawan KM.

Erick menambahkan bahwa di Kecamatan Parungpanjang ini tidak ada TPS (Tempat Pembuangan Sampah), dan solusinya hanya satu, “yaitu dibuatkan TPS dan Kantor UPT Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor yang di Jasinga dipindahkan ke Parungpanjang.”

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Parungpanjang H. M. Syahlan atau yang biasa disapa Robin, yang mengakui bahwa selama menjabat, masalah sampah di Pasar Parungpanjang belum tersentuh dan masih berupa janji-janji politik saat kampanye. “Kalau ada masyarakat saya buang sampah di situ ya solusinya hanya satu, dibuatkan TPS dan armada pengangkut sampah ditambah,” ujarnya.

“Masalah sampah belum tersentuh karena selama saya menjabat menjadi kades, saya masih berusaha untuk merealisaikan janji-janji politik saya, dan kalau oknum masyarakat yang membuang sampah saya kurang tahu karena tidak mengontrol, kalau terbukti benar masyarakat saya buang sampah ke pasar, berarti harus dibuatkan TPS, dan armada pengangkut sampah dari UPT Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor ditambah,” jelas Robin saat ditemui wartawan kupasmerdeka.com setelah salat Jumat di rumahnya 27/11.

Hal lain diungkapkan Ketua DPK (Dewan Pengurus Kecamatan) KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Parungpanjang Abdul Hakim, yang menjabarkan solusi jangka pendek dan jangka panjang agar oknum masyarakat tidak buang sampah sembarangan.

Advertisement

“Saya atas nama PK KNPI Parungpanjang berpikir jangka pendeknya yaitu akan mensosialisasikan dan menggerakkan bahwa sampah itu memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat jikalau didaur ulang, kalau jangka panjangnya pastinya saya mendesak wajib adanya TPS, dan saya akan segera mengingatkan kepada 11 kepala desa di Parungpanjang untuk melakukan retribusi buang sampah kepada masyarakat melaui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) masing-masing,” tandas Abdul saat ditemui KM Senin 30/11.

Masalah ini membuat Direktur Jendral (Dirjen) Pengelolaan Sampah Kementrian Lingkungan Hidup Dan Kehutaan (KLHK) Republik Indonesia (RI) Novrijal Tahar angkat bicara.

“Terima kasih, nanti saya coba ingatkan Pemda Kab. Bogor yaa, Mas. Sudah saya ingatkan Kepala Dinasnya, dan sudah direspon, Insya Allah,” tegas Novrijal, Sabtu malam 29/11.

Klaim itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Asnan.

“Sudah saya perintahkan Kabid Pengelolaan Sampah untk segera menindaklanjuti. Dan perlu diketahui bahwa tempat itu pernah kita bersihkan sampai kita terjunkan 50 unit truk sampah untk mengangkut sampah, dulu pernah kita angkut sampai 100 rit dan sekarang timbul lagi itu masyarakat yang buang sampah sembarangan,” tegas Asnan saat dihubungi KM Senin sore 30/11.

Asnan pun memohon bantuan kepada masyarakat di Kecamatan Parungpanjang agar tidak membuang sampah sembarangan di depan Pasar Parungpanjang, dan kalau bisa kepada pemerintah setempat dan pemuda bergerak untuk bekerjasama dengan UPT Pengelolaan Sampah Jasinga.

“Dan saya mohon bantuan masyarakat disana supaya tidak buang sampah sembarangan, mereka yang buang sampah sembarangan tidak mau bayar retribusi, coba pemudanya digerakin untuk mengelola sampahnya sendiri dan kerjasama dengan UPT kita yang ada di wilayah Jasinga. Kan Parungpanjang masuk ke dalam UPT Sampah Jasinga,” harapnya.

Reporter: HSMY
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: