Diduga Rugikan Keuangan Negara, Dua Kades di Bengkulu Selatan Terancam Dibui

Ket: Ilustrasi
Ket: Ilustrasi

BENGKULU SELATAN (KM) – Catatan hukum akhir tahun 2020 Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkulu Selatan (Manna) menyatakan bahwa terdapat 2 kepala desa yang ditangani dan saat ini masih dalam tahap penyidikan, yaitu Kepala Desa Air Umban, Kecamatan Pino dan Desa Kuripan, Kecamatan Bunga Mas.

Masing-masing kepala desa terancam penjara karena diduga telah merugikan keuangan negara pada kegiatan Dana Desa (DD).

Kajari Bengkulu Selatan Nauli Rahim mengatakan, saat ini untuk kasus yang menjerat Kepala Desa Kuripan masih menunggu hasil penghitungan kerugian uang negara dari tim ahli. Sementara untuk Desa Air Umban masih dilakukan penyidikan hal-hal yang berkaitan dengan aset.

“Berkenaan dengan aset Desa Air Umban, pihak Kejari BS telah berkoordinasi dengan pihak terkait karena terindikasi adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Kades dari beberapa kegiatan fisik yang menggunakan dana desa sejak tahun 2017 sampai 2019,” ungkap Kajari pada Press Release Catatan Akhir Kejari Bengkulu Selatan  Akhir Tahun, sebagaimana yang diberitakan oleh lintasbengkulu.com Jumat 11/12.

“Sudah 30 saksi yang kita periksa untuk Desa Air Umban. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ditetapkan tersangkanya,” kata Nauli Rahim.

Advertisement

Disampaikan Kajari, kasus lain terkait pidana khusus (pidsus) selama tahun 2020, yakni Kajari BS telah melakukan penegakan hukum dengan berhasil menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 896.846.832,00, yang terdiri dari beberapa kasus diantaranya penyelewengan dana Kesra di lingkungan Pemkab BS, Dana Desa Gunung Kayo Kecamatan Bunga Mas dan TGR pada Dinas PUPR. “Uang yang berhasil diselamatkan tersebut sudah kita setor ke Kas Negara,” jelasnya.

Ditambahkannya, selain melakukan penegakan hukum dan penyelamatan keuangan negara, di Bidang Datun Kejari Bengkulu Selatan selama tahun 2020 ini juga telah melakukan pendampingan hukum dan memberikan pendapat hukum serta pertimbangan hukum kepada beberapa stakeholder di wilayah hukum Kejari BS.

Dilansir dari media online tribunpost.com, Bidang Intelijen telah menjalankan beberapa program, di antaranya “Jaksa Menyapa” dengan penyuluhan hukum ke sekolah-sekolah serta melalui radio lokal dan RRI. Sementara “Jaksa Berayak” melakukan sosialisasi pencegahan tindak pidana ke 48 desa yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*