Dianggap Berbau Porno, Soal Ulangan Kelas V SDN Kedung Badak 2 Jadi Viral

Soal ulangan di SDN Kedung Badak 2 yang dinilai berbau porno (dok. KM)
Soal ulangan di SDN Kedung Badak 2 yang dinilai berbau porno (dok. KM)

BOGOR (KM) – Soal ulangan harian bersama Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedung Badak 2, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, menjadi viral lantaran mengandung soal-soal yang dinilai berbau porno dan tidak layak, sehingga mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Presiden mahasiswa (Presma) STKIP Muhammadiyah Bogor Hendi mengatakan, muncul dan viralnya soal ulangan kelas 5 SD yang sangat berbau porno adalah hal yang “sangat tidak patut dan mencoreng dunia pendidikan di Indonesia.”

“Ya peristiwa soal ulangan pelajaran Pendidikan Jasmani Olah Raga dan Kesehatan (PJOK) dari SDN Kedung Badak 2 Kota Bogor, tidak layak tersebar bagi siswa-siswi kelas 5, soal yang dibuat tersebut diketahui berbau porno,” ungkap Hendi kepada awak media, Jumat 4/12.

Hendi menilai, dalam soal yang beredar tersebut, ditulis dengan rinci cara berhubungan badan, lengkap dengan pendukung ceritanya dengan bahasa IPA. “Parahnya itu ditemukan di SDN Kedung Badak 2 Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor,” katanya.

“Temuan soal berbau porno tersebut, menjadi kritik pedas untuk pemerintah Kota Bogor, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Disdik dalam hal ini harus memperhatikan dan mengevaluasi perihal tersebut di sejumlah SDN, ditakutkan hal serupa beredar juga,” jelas Hendi.

Hendi juga mengatakan, seharusnya pelajaran PJOK itu mengarah kepada materi seperti cabang olahraga, sepak bola, voli, tenis meja dan sebagainya.

Advertisement

“Walaupun dalilnya adalah membuat soal ujian itu, yang mengacu pada buku pelajaran yang diterbitkan Kemendikbud tahun 2010 lalu, tentu ini bisa membahayakan moral anak bangsa dan mencoreng pendidikan,” tambahnya.

“Ya sangat miris, saya selaku mahasiswa berlatar belakang guru, dan saya meminta kepada Kepala Disdik Kota Bogor, harus tegas menindak kasus ini agar tidak terjadi lagi,” pungkas Hendi.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengatakan, saat ada informasi soal ulangan tersebut, dirinya langsung ke sekolah tersebut. “Ya saya langsung paginya ke sekolah SDN Kedung Badak 2,” ungkap Kadis yang akrab disapa Fahmi tersebut.

Fahmi juga mengatakan, setelah ia pelajari, guru pembuat soal “kurang selektif memilih soal,” sedangkan materinya memang ada dalam kurikulum kelas V SD.

“Ya sekarang sudah dilakukan bimbingan dan pembinaan terhadap guru tersebut, agar ke depan lebih selektif memilih soal sehingga tidak menimbulkan hal yang kurang baik,” jelas Fahmi.

Lebih lanjut Fahmi mengatakan, perlu diketahui bahwa guru tersebut saat menyusun soal, dan sampai saat ini sedang dalam kondisi sakit serius di jantungnya, sehingga secara medis sedang kurang stabil.

“Ya guru pembuat soal dalam kondisi sakit yang serius pada jantungnya, saat membuat soal tersebut, sampai sekarang,” tutup Fahmi.

Reporter: ddy
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: