Budi-Helmi Gugat Pilkada Bengkulu Selatan ke Mahkamah Konstitusi

Budiman Ismaun saat kampanye pilkada beberapa waktu yang lalu
Budiman Ismaun saat kampanye pilkada beberapa waktu yang lalu

BENGKULU SELATAN (KM) – Paslon Bupati Bengkulu Selatan Budiman Ismaun-Helmi Paman melalui Tim kuasa hukumnya resmi mendaftarkan gugatan pilkada Bengkulu Selatan ke Mahkamah Konstitusi dengan nomor APPP.46/PAN.MK/AP3/12/2020 yang didaftarkan secara online pada Jumat 18 Desember 2020.

Pasangan calon yang akrab disapa paslon BUMI itu mendaftarkan gugatan karena merasa tidak puas dengan hasil Pilkada Bengkulu Selatan.

Dilansir dari bengkuluinteraktif.com, kuasa hukum paslon BUMI Zetriansyah membenarkan laporan tersebut.

“Benar sudah kami daftarkan gugatan secara online karena [Jumat 18/12] terakhir untuk mendaftarkan gugatan sengketa pilkada di MK,” kata Zetriansyah kemarin.

Dikatakan Zetriansyah, gugatan dilayangkan lantaran pihaknya menduga banyak terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) dalam Pilkada Bengkulu Selatan sehingga paslonnya kalah.
 
“Ada dua langkah hukum sekaligus yang kami lakukan, pertama ke MK agar tahapan Pilkada ditunda sementara dan ke Bawaslu Bengkulu Selatan terkait dugaan kecurangan,” katanya
 
Lebih lanjut dikatakan Zetriansyah, gugatan ke Bawaslu meminta agar paslon pemenang Gusnan Mulyadi-Rifai didiskualifikasi karena diduga melakukan kecurangan, diantaranya dugaan eksodus.

Advertisement

“Yang untuk ke Bawaslu belum didaftarkan karena masih ada waktu yang cukup, secepatnya akan kami masukan, Senin kita ajukan. Kita minta Bawaslu melakukan diskualifikasi paslon Gusnan-Rifai dan pemungutan suara ulang (PSU) di lima kecamatan karena ada dugaan eksodus. Kami sudah mengantongi data lengkap,” katanya.
 
Pilkada Bengkulu Selatan diikuti empat pasangan calon yaitu nomor urut 1 Hartawan-Darmin diusung PAN, PKS dan PKPI, nomor urut 2 Budiman Ismaun-Helmi Paman diusung PDIP dan Gerindra, nomor urut 3 Gusnan Mulyadi-Rifai yang merupakan kandidat petahana usungan Partai Nasdem dan Golkar, dan nomor urut 4 Dewi Sartika-Marwan Iswandi yang diusung Demokrat dan Perindo.

Dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPU Bengkulu Selatan pada Selasa, 15 Desember 2020 lalu, kandidat petahana Gusnan Mulyadi-Rifai ditetapkan sebagai paslon dengan perolehan suara terbanyak dengan mengantongi 36,346 suara. Kemudian disusul paslon Hartawan-Darmin 28.524 suara, Budiman Ismaun-Helmi Paman 28.006 suara, dan paslon Dewi Sartika-Marwan Iswandi 5.199 suara.

Reporter: KM Bengkulu
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: