Batas Waktu Telah Habis, Pengosongan Lahan Cebolok Mulai Dilaksanakan

SEMARANG (KM) – Setelah upaya mediasi dengan warga Cebolok, Semarang, terkait sengketa tanah antara warga dengan dr. Setyawan selaku pemilik tanah menemui kebuntuan, kuasa hukum dr. Setiawan, Rohmadi, menyampaikan dalam keterangannya kepada media bahwa toleransi batas waktu pembongkaran kios lahan Cebolok sesuai yang disepakati warga adalah hari ini, Kamis 31/12/2020 sehingga penghuni membongkar bangunan sendiri dan pihaknya membantu siapkan angkutannya.

“Toleransi batas waktu pembongkaran kios lahan Cebolok sesuai yang disepakati warga dengan bukti pernyataan warga, tanggal 31 Desember 2020, kios atau bangunan yang berada di pinggir Jalan Gajah Raya akan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Dan kami menyediakan armada angkutannya untuk kepindahan mereka,” jelasnya.

Sebanyak 7 dari 12 kios milik warga di pinggir Jalan Gajah, Semarang telah dibongkar, menyisakan 5 kios lagi yang rencananya hari ini akan dibongkar oleh pemiliknya setelah sehari sebelumnya Rohmadi beraudiensi dengan Kasatpol PP Kota Semarang.

“Hari ini kita akan membongkar 5 kios. Sebelumnya ada 7 kios yang telah kita bongkar sesuai pernyataan yang telah dibuat oleh warga yang bersangkutan. Jatuh tempo pembongkaran adalah 31 Desember 2020. Dan pemilik bangunan sudah menerima tali asih yang kita berikan,” jelasnya.

Pembongkaran tersebut merupakan langkah lanjutan dalam proses pengosongan lahan Cebolok, yang sudah dilakukan sejak November 2020 lalu. Suharmoko (40), salah seorang penghuni kios usaha sarung jok di lokasi tersebut mengatakan memahami dan mematuhi perjanjian yang sudah ia buat.

Advertisement

“Ya dengan sukarela saya bongkar sendiri bangunan saya karena sudah sesuai perjanjian yang saya tanda tangani, 31 Desember 2020 batas akhir pembongkaran kios. Dan saya juga sudah diberikan tali asih untuk itu,” ucapnya.

Senada dengan Harmoko, Suhartono (60) yang memiliki usaha belajan (kebutuhan masak) menyatakan hal yang sama.

“Ya karena sudah ada perjanjian akan membongkar sendiri pada akhir Desember 2020, ya saya bongkar sendiri hari ini mas, kalau boleh ditempati lagi ya saya akan tetap jualan disini. Tapi ya sudah ada perjanjian ya gimana lagi, wong sudah diberikan tali asih, dan siap pindah sesuai waktu yang ditentukan,” jelas Hartono didampingi istrinya.

Rohmadi juga mengatakan bahwa pihaknya kemarin 30/12 sudah menyampaikan terkait persoalan warga Cebolok ini kepada Satpol PP Kota Semarang dan dipersilakan untuk melanjutkan prosesnya karena dinilai tidak ada masalah.

Terkait pembongkaran beberapa kios yang berada di pinggir Jalan Gajah Raya, kuasa hukum warga, Sugiyono, tidak bisa dihubungi untuk memberikan konfirmasi atau klarifikasi terkait pembongkaran lahan tersebut.

Reporter: Evie
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*