Proyek MCK di Selat Lancang Diduga Langgar UU KIP

(dok. KM)
(dok. KM)

TANJUNGBALAI (KM) – Proyek pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dan sanitasi kloset di LK III, Selat Lancang, Kota Tanjungbalai, menuai protes dari masyarakat lantaran di lokasi tersebut tidak tampak keberadaan plang informasi proyek.

Menurut ketua GNPK-RI Kota Tanjungbalai Adli Azhari Siregar, seharusnya plang proyek itu diletakkan di tempat yang mudah dilihat masyarakat sebelum proyek dilaksanakan. Hal ini agar masyarakat bisa memantau kinerja pengelola proyek. “Tetapi hal itu tidak dilakukan, ini tentu saja menimbulkan polemik,” ujar Adli kepada wartawan Kupas Merdeka 15/11 di kediamannya.

“Ada apa dengan proyek ini? Harus ada keterbukaan informasi kepada publik dalam hal Undang-Undang No.14 tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 70 Tahun 2012 Tentang Perubahan kedua atas Perpres Nomor 54 tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa agar masyarakat mudah memantau, siapa pengelola dan ini proyek dari dinas mana jangan terkesan kejar target dalam bekerja. Ini jelas melanggar aturan dan saya akan mempelajari hal ini, bila ada dugaan tindakan korupsi, GNPK -RI akan membuat laporan kepada penegak hukum agar proyek ini dibongkar,” katanya.

Advertisement

Masih menurut nya, hal ini pernah dipertanyakan kepada kepala lingkungan setempat, kepala tukang, dan Lurah Selat Lancang, tetapi mereka “terkesan memberi informasi yang membingungkan.”

“Sebuah keanehan lah kalau kepala lingkungan tidak mengetahui proyek di wilayahnya, serta mengatakan plang proyek di Lingkungan IV. Dan sebuah keanehan kalau kepala tukang bekerja tanpa bestek,” sesalnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Lingkungan III dan Lurah Selat Lancang belum memberi jawaban atas permintaan klarifikasi dari KM.

Reporter: Rizky
Editor: HJA

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*